Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi sayuran dan buah-buahan berwarna kuning. ( Foto: jurnal.inagri.asia )

Ilustrasi sayuran dan buah-buahan berwarna kuning. ( Foto: jurnal.inagri.asia )

Fakta Dibalik Warna Kuning dalam Makanan Anda

Jumat, 20 November 2020 | 10:19 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tahukah Anda jika makanan dan minuman terasa nikmat bukan hanya karena rasa dan aromanya, tetapi juga karena warnanya yang unik. Isyarat visual ini dapat menstimulasi selera makan kita, bahkan sebelum mencicipinya. Nah, salah satu pewarna makanan yang sering digunakan adalah warna kuning.

Selain warna tradisi kuliner, seperti pada Nasi Kuning yang kerap hadir di acara syukuran kelahiran maupun kelulusan. Warna kuning juga sangat terkait dengan buah-buahan matang, sayuran, rempah-rempah dan bahkan keju, sehingga mampu membangkitkan keceriaan dan kebahagiaan dalam diri.

Menurut perusahaan riset intelijen pemasaran global, Mintel GNPD, hasil survei produk-produk baru yang diluncurkan antara 2015 dan 2019 di kawasan Asia Pasifik didominasi oleh warna kuning sebagai pewarna makanan.

Survei mengatakan, 47% produk dengan pewarna kuning datang dari kategori makanan ringan, roti, saus, dan bumbu. Produk makanan dan minuman sehari-hari yang menggunakan pewarna kuning antara lain makanan bayi, sereal, keripik, kue, saus, keju olahan, minuman energi, es krim, dan makanan pokok favorit semua orang, yakni mie instan. Demikian disampaikan dalam siaran pers Rabu (18/11).

Bahkan data dari Asosiasi Mi Instan Dunia (World Instant Noodle Association), Indonesia menempati urutan ke-2 secara global untuk konsumsi mi instan setelah Tiongkok.

Pewarna makanan kuning juga digunakan sebagai paduan dengan warna lain untuk mendapatkan warna hijau yang lebih pekat atau merah yang lebih cerah. Warna khusus ini tersedia secara alami dalam bentuk riboflavin atau vitamin B2, karoten, kurkumin, karthamus yang diekstrak dari tanaman seperti buah palem, bunga karthamus dan kunyit.

Sayangnya, jenis pewarna makanan kuning yang lebih umum digunakan terbuat dari bahan buatan yang disebut tartrazine, yakni satu dari banyak pewarna makanan yang terbuat dari minyak bumi atau petroleum - dengan kemungkinan bersifat karsinogenik. Hal ini tentunya menimbulkan potensi risiko kesehatan, terutama pada anak. Karena dampak negatifnya, beberapa negara telah mencabut larangan atau membatasi penggunaan tartrazine dengan peringatan.

Uni Eropa sendiri telah mengeluarkan undang-undang pada 2010 yang mewajibkan adanya tanda peringatan pada kemasan, jika makanan dan minuman mengandung salah satu dari enam pewarna sintetis, termasuk tartrazine. Ada pun lima pewarna buatan lainnya termasuk quinoline yellow, carmoisine, sunset yellow, ponceau 4R dan allura red.

Kemudian di Asia Pasifik, negara konsumen mi instan terbesar seperti Tiongkok dan Vietnam telah melarang keras penggunaan tartrazine dalam makanan favoritnya.

Sedangkan di negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council), setiap makanan yang dibuat dengan pewarna buatan, termasuk tartrazine, harus mencantumkan pernyataan peringatan pada labelnya, yang menunjukkan adanya bahan yang memberi dampak negatif pada aktivitas dan konsentrasi anak.

Uni Emirat Arab termasuk yang ikut membatasi penggunaan tartrazine. Dan pada 2020, Brasil juga memberlakukan regulasi label peringatan yang serupa.

Langkah-langkah dan regulasi tersebut merupakan hasil dari serangkaian studi ilmiah mengenai risiko dari pewarna makanan buatan. Sebagai contoh, sebuah studi oleh Universitas Southampton pada 2007 menunjukkan bahwa campuran enam pewarna makanan (tartrazine, allura red, ponceau 4R, quinoline yellow WS, sunset yellow dan carmoisine) dan pengawet natrium benzoat memiliki kemungkinan keterikatan dengan peningkatan hiperaktif pada anak-anak.

Di Indonesia, masyarakat menjadi jauh lebih sadar kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dibandingkan sebelumnya. Menurut Survei FMCG Gurus COVID-19, konsumen Indonesia saat ini lebih memperhatikan bahan dan daftar nutrisi pada label kemasan daripada sebelumnya. Angkanya pun menunjukkan peningkatan 18% pada Juli 2020 dibandingkan Mei 2020.

Umumnya, konsumen mungkin tidak memperhatikan produk makanan dan minuman kemasan yang mengandung tartrazine karena bahan ini hanya diidentifikasi berupa kode E102, FD&C Yellow 5, Food Yellow 4 atau C.I. 19140. Sedangkan warna kuning alami yang diperoleh dari kunyit ditandai sebagai kurkumin CI 75300 dan beta karoten CI 75310. Nah, lain kali saat Anda berbelanja, perhatikan label makanan dan minuman dengan kode-kode tersebut untuk menghindari risiko pewarna makanan buatan. Dan coba untuk memilih yang hanya menggunakan pewarna makanan alami.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN