Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara webinar yang diadakan PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan PERGIZI PANGAN, Rabu (6/12).

Acara webinar yang diadakan PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan PERGIZI PANGAN, Rabu (6/12).

Hidup Sehat dengan Pengendalian Asupan Garam

Kamis, 7 Januari 2021 | 08:19 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Natrium memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif. Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) Natrium berisiko menjadi gangguan kesehatan. Nah, sebaiknya bagaimana menyeimbangkan dan mengendalikan asupan garam?

Prof Dr Hardinsyah, MS sebagai Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, dan President Federation of Asian Nutrition Societies menjelaskan jika kelebihan natrium, efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain.

Namjn, lanjut dia, tidak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium.

"Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," ujar Prof Hardinsyah, di acara webinar yang diadakan PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan PERGIZI PANGAN, Rabu (6/12).

Menurut Prof Hardinsyah, jika ingin makanan yang dikonsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi. Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam.

"Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa," tambahnya.

Sementara itu, Katarina Larasati, Public Relations Manager Ajinomoto Indonesia menjelaskan webinar tersebut diperuntukkan bagi ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa Prodi Gizi  dan Kesehatan Masyarakat. Sebab, pihaknya merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat, bahkan saat di situasi pandemi Covid -19.

"Selain itu, Kami berharap para mahasiswa/i sebagai calon ahli gizi masa depan Indonesia, dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas,” tutupnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN