Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran virtual Genesis, Kamis (18/2).

Peluncuran virtual Genesis, Kamis (18/2).

Ini Perbedaan Hair Fall dengan Hair Loss

Kamis, 18 Februari 2021 | 20:07 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Isu rambut rontok pun 4 kali lebih populer dibanding isu rambut rusak karena pewarnaan di dunia maya. Bahkan, 50% pencarian kategori beauty teratas di Google dan YouTube berfokus pada kata kunci ‘hair fall’ dan ‘hair growth’. Namun apakah Anda tahu bahwa isu rambut rontok terbagi menjadi dua kategori, yaitu hair fall dan hair loss?

Senior Education Manager Kérastase Indonesia Sitoresmi mengatakan perbedaan paling sederhana yang dapat segera terlihat adalah dengan mengamati bagaimana kerontokan tersebut terjadi. Jika helai rambut lepas pada saat proses keramas, ketika disisir, atau dikeringkan dengan handuk, maka itu termasuk hair fall. Sedangkan, hair loss terjadi apabila helai rambut banyak ditemukan lepas di bantal ketika bangun tidur.

“Kérastase pun mencatat bahwa sebetulnya banyak faktor internal dan eksternal yang dapat mempercepat kerontokan rambut,” ungkapnya di sela peluncuran virtual Genesis, Kamis (18/2).

Menurut Sitoresmi, hair fall adalah manifestasi dari pikiran (internal) dan lingkungan sekitar (eksternal). Hal-hal seperti stres akut, perubahan hormonal, dan pola diet ekstrem adalah faktor internal yang menentukan kesehatan akar rambut.

Kemudian, lingkungan udara panas dan berpolusi tinggi, serta kebiasaan menata rambut dengan alat hair-styling panas menjadi faktor eksternal yang sudah sangat sering dirasakan oleh wanita urban yang dinamis dan ambisius. Sedangkan kondisi hair loss adalah hasil dari pengerasan kolagen yang terjadi pada lapisan kulit kepala.

Untuk itu, Sitoresmi bagikan tiga langkah sederhana yang dapat langsung dipraktekkan untuk mengurangi jumlah rambut yang rontok. Pertama, atur pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat, kaya nutrisi dan bergizi seimbang untuk mendapatkan akar rambut yang kuat dan mencegah kerontokan rambut diluar siklus normalnya. Makanan seperti daging, ikan, kacang-kacangan, buah, dan sayuran hijau, penting untuk dimasukkan ke dalam agenda santapan sehari-hari. Untuk melengkapi pertumbuhan rambut, pertimbangkan untuk mengonsumsi multivitamin, seperti biotin, vitamin D, A, B, serta beta-karoten.

Kedua, lanjut dia, hindari stres karena stres mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Manjakan diri dengan olahraga teratur, meditasi, yoga, serta ke salon favorit untuk perawatan diri. Ketiga, perawatan kulit kepala dan batang rambut dengan produk yang tepat secara rutin di salon dan di rumah, selalu gunakan produk perlindungan alat hair-styling panas sebelum melakukan penataan rambut (blow-dry, curly, catok), tambahkan rangkaian perawatan rambut dengan conditioner, masker dan serum untuk hasil rambut terbaik.

Sementara itu, Brand General Manager Kérastase Indonesia Reny Agustia mengatakan pihaknya menghadikan rangkaian inovatif bernama Genesis yang merupakan manifestasi riset dan pengembangan teknologi unggul dari L’Oréal Advanced Research, dengan kemampuan mengurangi rambut rontok hingga 84%. Bersamaan dengan hal itu, pihaknya juga mengusung tema Never Be Afraid of Falling sebagai sebuah seruan bagi para perempuan Indonesia untuk menjadi fearless dalam menggapai impian mereka.

“Artinya, berani menghadapi tantangan dan dinamika kehidupan, tidak takut jatuh, terus tampil maksimal apapun gaya rambut mereka, serta tidak lagi khawatir akan isu rambut rontok,” tutupnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN