Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
  General Manager Marketing One Onco PT Kalbe Farma Tbk dr Selvinna

General Manager Marketing One Onco PT Kalbe Farma Tbk dr Selvinna

Januari, Waktunya Skrining Kanker Serviks

Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:09 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA - Januari ditetapkan sebagai Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks. Bulan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya skrining atau deteksi dini pada kanker serviks, mengingat hingga saat ini angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia masih tertinggi kedua setelah kanker payudara.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan dr Gatot NA Winarno SpOG(K) MKes mengatakan, kanker serviks merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini Human Papilloma Virus (HPV) DNA secara rutin, terutama bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual. Hingga saat ini, kanker serviks merupakan penyebab kanker tertinggi kedua setelah kanker payudara pada wanita karena kurangnya skrining sejak dini.

“Deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini meliputi IVA (Inspeksi visual asam asetat), Papsmear, Papsmear Berbasis Cairan, dan HPV DNA,” ungkapnya disela Kalbe Zoom Webinar dalam rangka bulan kesadaran kanker serviks dengan tema Waktunya Skrining, Sabtu (16/1).

Dr Gatot menjelaskan, IVA atau inspeksi visual asam Asetat dilakukan sederhana dan murah, hHanya butuh asam cuka. Butuh keahlian untuk megintepretaskan hasilnya. Biasa dilakukan di daerah yang sumber dayanya terbatas. Sedangkan pap smear liquid based cytology dilakukan untuk melihat perubahan sel dari normal, pra kanker, kanker, perlu dokter spesialis patologi anatomi untuk menilai. Metode ini sensitivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan konvensional.

Sedangkan Tes HPV DNA, lanjut dr Gatot, sangat sensitive, penetapan resiko sejak awal infeksi. dikerjakan dengan metode PCR sehingga hasil lebih akurat dan dapat menentukan subtype HPV DNA. “Perbedaan antara pap smear dan tes HPV DNA adalah papsmear untuk melihat apakah perubahan sel serviks ke arah keganasan. Sedangkan tes HPV DNA untuk melihat adakah infeksi HPV yang menetap dan berpotensi menyebabkan kanker serviks,” jelas dr Gatot.

Sementara itu, Marketing General Manager One Onco PT Kalbe Farma Tbk dr Selvinna mengatakan Kalbe secara rutin memberikan edukasi seputar isu kesehatan kepada masyarakat, salah satu pentingnya skrining kanker serviks. Edukasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pencegahan secara dini kanker serviks pada wanita Indonesia, sekaligus bertepatan dengan Bulan Peduli Kanker Serviks (Cervical Cancer Awareness Month).

Tidak hanya itu, pihaknya mempunyai Program Skrining HPV DNA bekerjasama dengan YKI Jawa Barat dan para Tenaga Kesehatan yang berkompeten. Pemeriksaan HPV DNA ini mencakup pemeriksaan terhadap 15 subtipe high risk.

“Pemeriksaan ini didukung oleh Laboratorium Kalgen Innolab yang dimiliki oleh Kalbe Group, yang memberikan layanan laboratorium mulai dari pemeriksaan sederhana hingga yang canggih seperti pemeriksaan molekuler guna mendukung pengobatan yang lebih presisi,” tutup dr. Selvinna.(iin)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN