Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan Pergizi Pangan Indonesia memformulasikan produk gizi berkualitas dan terjangkau untuk keluarga, yaitu susu bubuk Frisian Flag Kompleta, di Jakarta, Selasa (3/9).

Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan Pergizi Pangan Indonesia memformulasikan produk gizi berkualitas dan terjangkau untuk keluarga, yaitu susu bubuk Frisian Flag Kompleta, di Jakarta, Selasa (3/9).

Kekurangan Gizi Masih Membelit Indonesia

Indah Handayani, Selasa, 3 September 2019 | 15:00 WIB

JAKARTA, Investor.id - Faktor kesehatan serta pemenuhan gizi seimbang menjadi kebutuhan dasar yang sepatutnya dipenuhi setiap orang. Sayangnya, permasalahan gizi masih membelit Indonsia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gizi kurang di Indonesia mencapai angka 17,7%. Pada ibu hamil, masalah anemia masih menjadi ancaman, yaitu 48,9%.

Di samping itu, kekurangan energi, protein, vitamin dan mineral juga masih menjadi masalah serius, yang tentunya dapat berdampak pada kualitas generasi bangsa. Padahal, memperbaiki gizi, mengurangi kelaparan dan kemiskinan, serta mencapai kehidupan yang sehat dan sejahtera, menjadi beberapa target penting dari Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), yang menjadi kesepakatan pembangunan global, termasuk Indonesia. 

Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, sekaligus Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Asia (Federation of Asian Nutrition Societies = FANS) Prof Dr Hardinsyah MS menjelaskan masalah anemia gizi bisa terjadi pada semua siklus hidup manusia dalam suatu keluarga. Masalah anemia biasanya banyak ditemukan pada anak usia sekolah, remaja, ibu hamil, dan lansia. Penambahan zat besi, zink, vitamin A, C, B12, dan asam folat pada susu yang mengandung protein dan zat gizi lainnya dimaksudkan untuk turut mencegah masalah gizi tersebut. 

Selanjutnya lanjut dia, penambahan kalsium, zink, magnesium, zat besi, vitamin A, C dan D pada susu yang mengandung protein kolagen dan zat gizi lainnya, dimaksudkan untuk turut mencegah defisiensi masalah gizi tersebut guna mendukung tumbuh kembang tulang optimal yang menjadi modal untuk pertumbuhan linear (tinggi badan) yang normal bagi anak usia sekolah dan remaja.

"Pada gilirannya, diharapkan dengan gizi yang baik saat remaja, mempersiapkan kehamilan dan selama kehamilan turut mencegah permasalahan gizi pada generasi selanjutnya," ungkap Prof Hardinsyah di sela peluncuran Frisian Flag Kompleta di Jakarta, Selasa (3/9).

Marketing Director Consumer Dairy Frisian Flag Indonesia Felicia Julian menambahkan masalah kekurangan gizi bukan hanya berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga memicu tantangan bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, mengingat dampak jangka panjang masalah gizi yang berpengaruh buruk pada kualitas hidup, produktivitas, dan ekonomi bangsa.  Merespon situasi tersebut, lanjut Felicia, Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan Pergizi Pangan Indonesia memformulasikan produk gizi berkualitas dan terjangkau untuk keluarga, yaitu susu bubuk Frisian Flag Kompleta.

Felicia menjelaskan produk tersebut diformulasikan khusus untuk turut mencegah masalah gizi utama masyarakat Indonesia, terutama bagi anak usia sekolah, remaja, dan dewasa dalam keluarga. Penambahan asam folat, zat besi, B kompleks, dan zat gizi mikro lain memiliki manfaat penting untuk membentuk energi dan mendukung proses metabolisme tubuh. Selain itu, protein dalam produk terbaru itu berperan sebagai sumber gizi makro yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan tubuh. 

"Susu bubuk ini juga dilengkapi dengan asam folat yang berfungsi membentuk sel darah merah, serta membangun seI-sel dalam tubuh," tambah Felicia. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA