Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksinasi massal perdana tahap II di Blok A Tanah Abang. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Vaksinasi massal perdana tahap II di Blok A Tanah Abang. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kemenkes Tetapkan 2 Mekanisme Vaksinasi Lansia

Sabtu, 20 Februari 2021 | 11:23 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan dua mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas.

Dalam unggahan di laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (20/2/2021), Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pada mekanisme pertama, vaksinasi dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sedangkan mekanisme kedua, vaksinasi dilaksanakan secara massal di tempat.

“Mekanisme pertama sasaran peserta vaksinasi lansia dapat mendaftar langsung pada website Kemenkes www.kemkes.go.id dan website Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) covid19.go.id,” kata Nadia.

Ia mengatakan, pada kedua website tersebut tersedia tautan yang dapat diklik oleh sasaran penerima vaksinasi lansia, dengan mengisi sejumlah pertanyaan yang diajukan.

“Saat mengisi data, sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain atau melalui ketua RT/RW setempat,” ujar dia.

Nadia mengingatkan agar sasaran vaksinasi mengisi data yang diminta secara benar. Tautan yang tersedia di website Kemenkes dan KPC-PEN sekaligus menggantikan tautan yang sebelumnya beredar di masyarakat. Tautan yang telah beredar dinyatakan sudah tidak dapat dipergunakan lagi.

“Bagi peserta atau sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia yang sudah sempat mengisi tautan tersebut tidak perlu khawatir. Kami pastikan bahwa data Bapak/Ibu sekalian dijamin aman dan tersimpan di dalam data yang ada di dinas kesehatan provinsi di mana peserta tinggal,” tegas Nadia.

Dia menambahkan, peserta vaksinasi lansia yang sudah mendaftar sebelumnya tidak perlu mengisi kembali tautan yang ada di website KPC-PEN atau Kemenkes.

Selanjutnya, menurut Nadia, data yang telah diisi oleh sasaran vaksinasi masuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi, tempat peserta vaksinasi tinggal. Dinkes kemudian menentukan jadwal meliputi hari, jam, dan waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi bagi sasaran vaksinasi lansia. Vaksinasi akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan masyarakat, baik puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

“Kami harapkan tentunya, Bapak/Ibu sekalian bisa menunggu dengan sabar informasi berikutnya yang akan disampaikan Dinkes, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Juga melalui puskesmas atau rumah sakit setempat, terkait waktu pelaksanaan vaksinasi bagi Bapak/Ibu sekalian masyarakat lanjut usia,” jelas Nadia.

Adapun mekanisme kedua, menurut Siti Nadia Tarmizi, dilakukan melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kemenkes dan Dinkes provinsi maupun kabupaten/kota.

Nadia mencontohkan, organisasi atau institusi seperti organisasi pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI/Polri (Pepabri), dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dapat melakukan vaksinasi massal lewat kerja sama dengan Kemenkes atau Dinkes provinsi maupun kabupaten/kota.

“Organisasi lain juga dapat menyelenggarakan vaksinasi secara massal, misalnya organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Syaratnya, organisasi tersebut harus bekerja sama dengan Kemenkes atau Dinkes provinsi dan kabupaten/kota,” tutur Nadia.

Dia mengemukakan, dalam pelaksanaan vaksinasi massal, organisasi atau institusi tersebut akan melakukan pendataan dan pendaftaran untuk masyarakat sasaran lanjut usia yang berada di daerah mereka masing-masing.

“Setelah melakukan pendaftaran, organisasi dan institusi tersebut akan bekerja sama dengan Dinkes provinsi dan kabupaten/kota untuk menentukan pelaksanaan, termasuk waktu dari vaksinasi massal. Organisasi tersebut akan memberitahukan jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi massal kepada para peserta yang tentunya sudah mendaftar,” ujarnya.

Antisipasi KIPI

Terkait pelaksanaan vaksinasi, menurut Nadia, Kemenkes juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI).

“Untuk mengantisipasi munculnya KIPI, di setiap pelaksanaan vaksinasi akan memiliki contact person perwakilan dari komisi daerah ataupun focal point KIPI yang berasal dari kabupaten/kota atau provinsi tersebut yang tentunya dapat dihubungi panitia penyelenggara ataupun fasyankes pelaksana,” papar dia.

Kemenkes bersama Dinkes, kata Nadia, akan memastikan proses vaksinasi yang akan dilaksanakan di fasyankes maupun vaksinasi massal dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Peserta harus senantiasa menggunakan masker saat menunggu hingga setelah vaksinasi. Kami akan memastikan bahwa dalam pelaksanaan tidak akan terjadi kerumunan. Juga akan kami pastikan seluruh tenaga vaksinator yang terlibat telah mendapatkan pelatihan,” tuturnya.

Nadia kembali mengingatkan pentingnya disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) saat pandemi, termasuk bagi yang telah mendapatkan vaksinasi.

“Meskipun kita telah divaksinasi kemungkinan kita untuk terpapar virus Covid-19 tetap ada, namun kemungkinan untuk menderita gejala parah akan semakin kecil. Dengan melaksanakan protokol kesehatan, kita akan mencegah penularan virus Covid-19 kepada orang lain,” kata dia.

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN