Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara webinar HUT Pertama ASIMOR bertajuk Festival 100% ASIMOR, Jumat (30/4).

Acara webinar HUT Pertama ASIMOR bertajuk Festival 100% ASIMOR, Jumat (30/4).

Kenali Empat Kondisi Pemicu Produksi ASI

Sabtu, 1 Mei 2021 | 05:02 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Ramadan sering kali membuat ibu menyusui dilanda kekhawatiran terkait kecukupan produksi ASI yang dibutuhkan si buah hati. Untuk itu, ada empat kondisi yang dapat memicu produksi ASI seorang ibu. Apa sajakah itu?

Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dr Wiyarni Pambudi SpA IBCLC mengatakan, setidaknya ada empat kondisi yang bisa memicu produksi ASI seorang ibu .

Pertama, ibu dan bayi harus melakukan kontak kulit ke kulit sesering mungkin karena hal tersebut sangat merangsang produksi ASI.

“Cara menyusui yang optimal justru dimulai di 1-7 hari awal bayi lahir. Di rumah sakit sebaiknya ibu dan bayinya tidak dipisahkan sehingga bisa sering melakukan kontak kulit ke kulit. Dengan begitu si ibu bisa mendapat stimulasi untuk memproduksi ASI dan bayi bisa mendapatkan ASI setiap saat ingin menyusu,” kata dr Wiyarni di sela acara webinar HUT Pertama ASIMOR bertajuk 'Festival 100% ASIMOR, Jumat (30/4).

Acara webinar HUT Pertama ASIMOR bertajuk Festival 100% ASIMOR, Jumat (30/4).
Acara webinar HUT Pertama ASIMOR bertajuk Festival 100% ASIMOR, Jumat (30/4).

Kedua, suami dan keluarga harus bisa membantu menciptakan suasana nyaman dan bahagia bagi ibu secara fisik dan psikis. Karena dengan pikiran yang rileks dan fisik yang sehat maka tubuh akan percaya diri dan lancar memproduksi ASI.

“Seorang ibu yang bahagia, hormon oksitosinnya tinggi. Hal tersebut memperlancar keluarnya ASI. Hal itu harus diimbangi dengan menyusui si bayi sehingga hormon prolaktin yang memproduksi ASI juga bisa tetap tinggi. Tidak benar itu kebiasaan menyusui secara terjadwal, karena itu hanya akan menghambat produksi ASI,” tambah dr Wiyarni.

Ketiga, sang ibu dan orang-orang di sekitarnya harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai ASI. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan selama proses menyusui. Keempat, menjaga nutrisi yang cukup bagi tubuh di bulan puasa sehingga jumlah dan kualitas ASI yang diproduksi tetap baik. Kalau perlu, ibu juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan untuk menjaga produksi ASI. Puasa jangan menjadi halangan bagi ibu menyusui. Silakan berpuasa dan tetap menyusui dengan memenuhi gizi yang seimbang, dan jangan lupa banyak minum.

“Kalau ibu berpuasa tetapi asupannya baik lalu dibantu dengan mengonsumsi suplemen maka tidak ada penurunan kualitas ASI. Bahkan kadar vitamin dalam ASI bisa meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Dexa Group melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Irene Dwi Sari mengatakan, para saintis melakukan penemuan terkini dan telah melakukan serangkaian pengujian dan memprosesnya dengan teknologi modern tanaman katuk, torbangun, serta ikan gabus dalam Herba ASIMOR sebagai suplemen untuk ibu menyusui yang merupakan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Kandungan ASIMOR yang berperan sebagai makanan pelancar ASI yang terdiri dari daun katuk, memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga membuat produksi ASI melimpah.

Sementara daun Torbangun dapat meningkatkan sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga ASI meningkat 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu dan manfaat Ikan Gabus dapat meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga produksi ASI meningkat, mempercepat penyembuhan setelah operasi caesar, mempercepat pemulihan dan kekuatan wanita pasca melahirkan serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Tidak hanya melalui penelitian di hulu, di hilir setelah produk itu jadi dan akan dipasarkan, kami juga telah melakukan pengujian di sejumlah ibu. Dari hasil ini diperoleh bahwa 8 dari 10 ibu merasakan peningkatan volume ASI dalam 2-3 hari setelah 2 minggu konsumsi. Selain itu, 50% ibu menghasilkan ASI 75 - 120 ml sekali pompa.

“Dalam dua minggu, 25% dari ibu menyatakan terjadi penurunan durasi pompa ASI dari rata-rata 30 menit di minggu pertama, menjadi rata-rata 20 menit di minggu kedua setelah mengkonsumsi Herba ASIMOR,” tutup Irene.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN