Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siloam ASRI. Foto: siloamhospitals.com

Siloam ASRI. Foto: siloamhospitals.com

Kenali Gejala dan Penyebab Sirosis Hati

Sabtu, 1 Mei 2021 | 11:56 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

 

JAKARTA, investor.id - Sirosis hati atau kerusakan hati menahun karena fibrosis hati, sangat menakutkan jika dialami seseorang.

Selain tidak memiliki gejala yang khas pada stadium awal, tetapi memiliki risiko kematian yang tinggi pada stadium lanjut yaitu pada stadium dekompensasi.

Satu-satunya langkah yang efektif adalah melakukan deteksi awal penyakit hati. Lalu bagaimana cara mengenali gejala sirosis dan penyebabnya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastro Enterologi Hepatologi Siloam Asri dr. Agus Sudiro Waspodo Sp. PD - KGEH mengatakan sirosis hati secara perlahan akan mengakibatkan menurunnya fungsi hati dan meningkatkan tekanan vena portal. Hal ini berjalan bertahun tahun tanpa memberikan gejala dan tanda klinis yang tidak disadari. Namun perkembangan ini dapat dihambat atau hentikan bila penyebabnya diobati. 

"Penyebab Sirosis hati dapat diketahui melalui deteksi awal melalui pemeriksaan klinis dan laboratoris," tuturnya melalui Edukasi Webinar, belum lama ini.

Agus menjelaskan gejala khusus yang harus diketahui yaitu ketika penderita Sirosis  kerap mengalami rasa mual, muntah secara kontinyu, lemas dan mengalami penurunan nafsu makan. "Gejala khusus  lainnya adalah timbulnya rasa tidak nyaman di daerah perut sebelah kanan bagian atas, bagian mata yang berwarna putih menjadi menguning dan atau muntah darah," papar Agus.

Dokter Siloam Hospitals Asri ini sangat menyarankan agar masyarakat segera melakukan deteksi dini pada organ hati, karena  merupakan langkah efektif guna mengetahui ada tidaknya potensi sirosis pada organ hati. 

"Terlebih jika anda rutin mengkonsumsi cairan beralkohol, memiliki berat badan berlebih atau pernah terinfeksi virus Hepatitis," ungkap Agus.

Ia menambahkan melalui deteksi dini, dokter dapat menentukan seseorang menderita sirosis. Melalui perubahan pada tubuh pasien. Namun untuk lebih memastikannya, dokter akan menjalankan tes darah, uji pencitraan, atau mengambil sampel jaringan dari hati. Dari deteksi dini tersebut, akan diketahui. "Jika diperlukan pengobatan sirosis bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan meredakan gejala yang timbul," ujarnya  

Apabila  organ hati sudah tidak bisa berfungsi, penderita perlu menjalani transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati yang rusak dengan organ hati yang sehat dari pendonor. Namun, ada dua kategori Sirosis Hati, yaitu Sirosis kompensasi yaitu tidak ditemukannya "Simtom" yang berhubungan meski kemungkinan sudah terdapat varises "Esofagus" atau Varises " Gaster". 

Kedua, Sirosis Dekompensasi yaitu telah ditemukannya simtom yang berkaitan dengan penyakitnya seperti "Ikterik". Akibat penurunan fungsi hatinya atau simtom yang berhubungan dengan adanya "hipertensi portal" seperti Ascites, Pendarahan Varises esofagus atau encephalopati hepatika

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN