Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri-kanan): VP ALOMEDIKA dr Andi Marsali; Presiden Direktur dan Co-Founder ALODOKTER Suci Arumsari;  Kepala Puslatkesda DKI Jakarta dr Nisma Hiddin, SH, MH;  Kepala Seksi Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Verry Adrian, M.Epid; dan Sekretaris IDI Wilayah DKI Jakarta dr Fery Rahman, MKM usai acara virtual press conference Pelatihan Vaksinator untuk Percepatan Program Vaksinasi dan Wujudkan Indonesia Bebas Covid-19, pada 7 April 2021. ( Foto: Istimewa )

(kiri-kanan): VP ALOMEDIKA dr Andi Marsali; Presiden Direktur dan Co-Founder ALODOKTER Suci Arumsari; Kepala Puslatkesda DKI Jakarta dr Nisma Hiddin, SH, MH; Kepala Seksi Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Verry Adrian, M.Epid; dan Sekretaris IDI Wilayah DKI Jakarta dr Fery Rahman, MKM usai acara virtual press conference Pelatihan Vaksinator untuk Percepatan Program Vaksinasi dan Wujudkan Indonesia Bebas Covid-19, pada 7 April 2021. ( Foto: Istimewa )

Kolaborasi ALODOKTER dan Pemerintah Gelar Pelatihan Vaksinator Massal

Kamis, 8 April 2021 | 14:46 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor,id – ALODOKTER, platform kesehatan digital di Indonesia, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah (Puslatkesda), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengadakan pelatihan vaksinator massal untuk membantu percepatan program vaksinasi pemerintah, yang menargetkan lebih dari 180 juta orang Indonesia telah divaksin pada Kuartal I-2022.

Pelatihan tersebut menargetkan lebih dari 10.000 tenaga kesehatan untuk berpartisipasi dan mendapatkan sertifikasi vaksinator Covid-19.

Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan secara gencar langkah-langkah pemutusan rantai penularan Covid-19 secara cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis. Respons masyarakat Indonesia terhadap program vaksinasi pemerintah serta pelaksanaannya cenderung positif dan antusias. Namun, harus diakui jumlah dan sebaran vaksinator juga menjadi kunci kecepatan vaksinasi.

Beberapa daerah telah mengalami kendala terbatasnya kecepatan penyuntikan vaksin per hari diakibatkan kurangnya jumlah vaksinator. Rasio vaksinator dan populasi harus dapat diseimbangkan sehingga target vaksin harian bisa tercapai. Inilah sebabnya dibutuhkan segera program-program yang dapat mencetak lebih banyak vaksinator.

“Tenaga dan logistik adalah dua hal yang harus kita perhatikan saat ini untuk memperlancar proses vaksinasi. Setelah mengikuti pelatihan, maka peserta akan mampu melakukan pelayanan vaksinasi Covid-19 sesuai dengan protokol, yang antara lain menjelaskan epidemiologi dan patofisiologi Covid-19, melakukan microplanning dan pengelolaan rantai dingin vaksin, melakukan pelayanan vaksinasi, melakukan pencatatan dan pelaporan vaksinasi, melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan vaksinasi, serta melakukan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Ini mengapa pelatihan sangat penting karena vaksinator harus bersertifikat,” ujar Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, dr. Nisma Hiddin SH, MH, dalam virtual press conference Rabu (7/4).

Ditambahkan oleh Kepala Seksi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr. Verry Adrian M.Epid, bahwa upaya memutuskan mata rantai penularan virus Covid-19 melalui upaya pemberian vaksin merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien.

“Kami optimis bahwa Indonesia akan segera pulih dengan adanya pelatihan-pelatihan virtual seperti ini. Kita semua harus bertindak dengan cepat dan tepat agar capaian vaksinasi di lapangan maksimal. Metode pelatihan akan dilaksanan secara full online dengan platform yang paling mudah diikuti oleh semua peserta,” katanya.

Sekretaris IDI Wilayah DKI Jakarta.dr. Fery Rahman, MKM mengatakan, bahwa upaya sosialisasi terkait program vaksinasi yang promotif telah berjalan dengan baik, sekarang saatnya fokus pada penatalaksanaan vaksinasi yang merata di Indonesia.

“IDI telah secara konsisten melakukan pelatihan vaksinator dari akhir tahun kemarin guna persiapkan sumber daya manusia saat vaksin terlah tersedia. Kolaborasi pelatihan massal seperti ini sangat dibutuhkan sekarang agar seluruh daerah di Indonesia terjangkau,” ujarnya.

Program Pelatihan Vaksinator tersebut akan dilaksanakan dalam tiga gelombang di mana gelombang pertama telah dimulai pada awal pekan ini. Sementara itu, sertifikat akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan memenuhi persyaratan yaitu telah mengikuti minimal 95% dari keseluruhan jumlah jam pembelajaran, serta memenuhi nilai minimal 70 dari hasil evaluasi dari pelatihan.

Presiden Direktur & Co-founder ALODOKTER Suci Arumsari menyampaikan bahwa ALODOKTER melalui ALOMEDIKA merasa bangga dilibatkan dalam program kolaborasi pelatihan vaksinator akbar ini. Pihaknya percaya pemanfaatan teknologi digital secara optimal dapat memberi peluang yang lebih besar bagi percepatan vaksinasi di Indonesia.

“Pelatihan vaksinator ini sesuai dengan misi ALOMEDIKA untuk membantu pelaku industri kesehatan di era health-tech meningkatkan mutu pelayanan medis. Saat ini ALOMEDIKA adalah komunitas dokter terbesar di Indonesia dengan lebih dari 40.000 dokter begabung didalamnya. Komunitas ini berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para dokter dengan menyediakan berbagai fitur seperti, SKP Points, informasi, panduan, forum, serta kesempatan bekerja. ALODOKTER selalu memberi yang terbaik dari apa yang kami miliki untuk dapat wujudkan Indonesia bebas Covid-19,” kata Suci.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN