Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komnas Perlindungan Anak Desak BPOM Labelisasi Wadah Plasktik Mengandung BPA

Komnas Perlindungan Anak Desak BPOM Labelisasi Wadah Plasktik Mengandung BPA

Komnas Perlindungan Anak Minta BPOM Terapkan Label Kemasan Wadah Plastik Mengandung BPA

Rabu, 9 Juni 2021 | 15:14 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Komnas Perlindungan Anak meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menerapkan kebijakan labelisasi peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung Bisphenol A (BPA). Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

Demikian penjelasan Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist merdeka Sirait dalam penjelasan resminya melalui konferensi pers yang digelar di Kantor Komnas Perlindungan Anak di Jakarta, Rabu (9/6).

Dia mengatakan, Komnas Perlindungan Anak akan meminta BPOM sebagai pemegang regulator peredaran pangan dan obat-obatan untuk memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA. "Setelah konferensi pers ini, saya akan mendatangi BPOM untuk dilakukan pelabelan wadah pangan dan minuman terbuat dari plastik mengandung BPA,” ujarnya.

Dia menambahkan, segala hal yang menyangkut informasi produk harus jelas, termasuk kode daur ulang juga harus dicantumkan. “Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat dengan jelas, sehingga bisa menghindari. Apalagi BPA memiliki dampak buruk bagi kesehatan, seperti bisa mengakibatkan kanker dan lahir prematur. BPA bukan hanya berbahaya bagi bayi balita dan janin, tetapi juga dapat merusak otak orang dewasa," terangnya.

Arist mengingatkan masyarakat khususnya para ibu untuk jeli dalam memilih kemasan plastik yang akan digunakan untuk bayi dan anak-anak mereka. Hal itu mengingat tidak semua kemasan berbahan plastik untuk makanan dan minuman itu cocok untuk seluruh usia.

“Di Indonesia, masih saja dipakai kemasan-kemasan plastik misalnya galon guna ulang, piring yang untuk nasi, juga kemasan botol susu anak-anak, yang kalau diperhatikan jika terkena sinar matahari bisa melengkung. Itu juga digunakan oleh bayi dan balita,” ujar Arist.

Sebelumnya, hasil pengujian sampel galon air guna ulang di laboratorium Tuv Nord Laboratory Service menemukan adanya migrasi Bisfenol A (BPA) telah melampaui ambang batas yang ditetapkan pemerintah. Hasil pengujian tersebut telah disampaikan JPKL kepada BPOM belum lama ini.

Hal ini berdasarkan pengujian sampel galon guna ulang polikarbonat 19 liter yang diambil dari mata rantai distribusi AMDK oleh JPKL. Berdasarkan data yang diterima Investor Daily terungkap bahwa pengujian galon guna ulang tersebut dilaksanakan selama 25 hari di Tuv Nord Laboratory Service dengan mengikuti analisa parameter BPA Metode SNI 7626-1:2017.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN