Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
sayur-sayuran

sayur-sayuran

Konsumsi Buah dan Sayur pada Anak Rendah

Indah Handayani, Jumat, 2 Agustus 2019 | 17:12 WIB

JAKARTA, investor.id – Buah dan sayur merupakan makanan yang paling sering ditolak oleh anak-anak. Hal itu membuat angka konsumsi buah dan sayur masih sangat rendah di kalangan anak-anak.

Country General Manager Beko Indonesia Ali Cagri Gonculer mengatakan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan jumlah konsumsi sayur dan buah pada anak sebanyak lima porsi atau sekitar 400 gram per hari.

Sayangnya, berdasarkan survei global Beko, hanya satu dari lima anak yang mengetahui jumlah porsi harian sayur dan buah yang direkomendasikan tersebut. Di Asia, rasionya jauh lebih buruk. Sementara di Indonesia, Riskesdas 2018 menyebut baru 5% masyarakat Indonesia mengonsumsi sayur dan buah secara mencukupi.

Padahal, lanjut Gonculer, manfaat konsumsi sayur dan buah sesuai anjuran tak bisa dipungkiri lagi. Dari menjaga kondisi tubuh, melancarkan pencernaan, hingga mencegah risiko berbagai penyakit tidak menular, serta kondisi obesitas pada anak.

Inilah yang mendorong pihaknya untuk menggagas kampanye ‘Eat Like A Pro’. Kampanye tersebut kembali mengajak orang tua, khususnya para ibu, untuk semakin memperhatikan asupan sehat bagi anak. "Salah satunya dengan mempersiapkan camilan kaya nutrisi guna mendukung aktivitas harian dan pertumbuhan anak," ungkap Gonculer dalam keterangan pers.

Chef ternama, Steby Rafael mengatakan sayangnya kerap ditemui anak-anak yang enggan bahkan sama sekali menolak menyantap kedua jenis sumber nutrisi dan vitamin tersebut. Mereka menjadi ‘pemilih makanan’ dan hanya mau memakan yang disukai.

Padahal, lanjut dia, anak-anak membutuhkan beragam jenis sayur dan buah setiap hari guna menunjang kebutuhan tubuh dan aktivitas hariannya. Kebiasaan sedari dini menjadi faktor kunci yang berpengaruh kuat pada gemar dan tidak anak untuk menyantap sayur dan buah.

Oleh karena itu, kata chef Steby, memperkenalkan berbagai jenis buah atau sayur sebaiknya dilakukan sejak masa MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) atau usia 6-12 bulan. Dengan demikian, pada usia berikutnya, anak lebih terbiasa dengan aroma dan cita rasa sayur dan buah sehingga bisa menggemarinya. Di sinilah peran orang tua semakin krusial.

"Tak hanya pemahaman dan ketelatenan, namun cara cerdik juga diperlukan untuk mengubah si ‘pemilih makanan’ menjadi ‘pencinta sayur dan buah’," kata dia.

Untuk itu, chef Steby berbagi taktik membuat anak menggemari sayur dan buah. Misalnya saja dengan memotong buah segar (beraneka warna dan jenis) menjadi beberapa potongan kecil agar anak mudah untuk memakannya. Sajikan dengan kombinasi warna yang menarik dan sajikan dalam kondisi sejuk atau masukkan ke dalam lemari es selama 20 menit sebelum disajikan.

Selain itu, sajikan smoothies bowl dengan topping potongan buah segar yang ditata memikat – seperti meniru karakter kartun atau tampilan bunga, agar anak anak tertarik dan tergoda untuk menyantapnya.

"Untuk memudahkan anak dalam mengonsumsi, smoothies dengan tekstur yang halus bisa menjadi alternatif. Mengombinasikan jenis buah/sayur yang manis dan sedikit asam, serta memiliki warna-warna yang kontras bisa menciptakan daya tarik tersendiri bagi anak," tutup chef Steby.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA