Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari kanan ke kiri Frangky Angelo Purnomo (Head of Product Development & Communication Tupperware Indonesia) , dr. Reinita Arlin Baskoro (Medical Doctor & TV Host), Chacha Raissa (Founder of @mamahharussukses) Helen Effendi (Board of Directors Tupperware Indonesia),

Dari kanan ke kiri Frangky Angelo Purnomo (Head of Product Development & Communication Tupperware Indonesia) , dr. Reinita Arlin Baskoro (Medical Doctor & TV Host), Chacha Raissa (Founder of @mamahharussukses) Helen Effendi (Board of Directors Tupperware Indonesia),

Kontrol Stres Selama Pandemi dengan Relaksasi

Selasa, 15 September 2020 | 17:10 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tak bisa dimungkiri, pandemi menjadi salah satu stressor atau pemicu stres. Namun, kondisi stress harus segera ditangani dan dihilangkan. Mengingat stres yang berkepanjangan tidak hanya akan mengganggu kesehatan jiwa, tapi juga fisik. Salah satu cara mengontrol stres selama pandemi ini adalah dengan melakukan relaksasi.

Dokter medis dr Reinita Arlin Baskoro mengatakan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengungkapkan 64% dari 1500 orang yang telah melakukan konsultasi kepada dokter kejiwaan mengalami gangguan. Gangguan tersebut sangat bervariasi seperti stress, depresi, cemas, ansietas, bahkan merasa ada stress trauma sebelumnya.

Bahkan, dari 64% tersebut ternyata sebanyak 80% penyebabnya karena pandemi. Stress apabila dibiarkan dan terjadi terus menerus akan memancing hormon kortisol dari kelenjar adrenal keluar tanpa henti dan malah berefek tidak baik.

“Efeknya tidak hanya pada kesehatan mental, tapi juga pada fisik,” ungkapnya di sela peluncuran virtual Trulife by Tupperware Essential Oil, Selasa (15/9).

Menurut dokter yang akrab disapa Arlin, untuk bisa mengontrol stres yang dialami selama pandemi ini salah satunya adalah dengan melakukan relaksasi. Caranya yaitu dengan menstimulasi panca indra sehingga bisa menghasilkan keseimbangan hormonal dan pada akhirnya metabolisme.

Salah satunya adalah menstimulasi indra penciuman dengan aroma yang menyenangkan. Ketika indra penciuman mencium aroma yang menyenangkan akan mentransfer ke otak dan masuk ke sistem limbik, sistem ini juga mengatur fungsi emosi sehingga akan mensinyalkan suka hingga akhirnya membangkitkan hormon bahagia.

“Saat ini banyak masyarakat yang menggunakan aroma dari essential oil untuk salah satu pilihan relaksasi mereka. Hal ini karena sudah banyak penelitian yang menunjukan banyak manfaat yang dapat dihadirkan dari essential oil. Mulai dari menenangkan hingga membuat tidur menjadi lebih nyenyak,” jelasnya.

Empat Tingkatan

Dari kanan ke kiri Frangky Angelo Purnomo (Head of Product Development & Communication Tupperware Indonesia) , dr. Reinita Arlin Baskoro (Medical Doctor & TV Host), Chacha Raissa (Founder of @mamahharussukses) Helen Effendi (Board of Directors Tupperware Indonesia),
Dari kanan ke kiri Frangky Angelo Purnomo (Head of Product Development & Communication Tupperware Indonesia) , dr. Reinita Arlin Baskoro (Medical Doctor & TV Host), Chacha Raissa (Founder of @mamahharussukses) Helen Effendi (Board of Directors Tupperware Indonesia),

Sementara itu, Head of Product Development & Communication Tupperware Indonesia Frangky Angelo Purnomo mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat dalam memilih produk essential oil sehingga bisa memberikan manfaat dalam relaksasi, yaitu kandungan alami produk tersebut.

Di pasaran, setidaknya ada empat tingkatan kandungan alami essential oil. Pertama, kandungan alaminya sangat sedikit dan kebanyakan adalah bahan kimia, hal ini lebih banyak berfungsi seperti pengharum ruangan.

Kedua, kandungan alaminya sedikit namun ditambah dengan campuran lain seperti vegetable oil, essential oil lain yang lebih murah untuk menghasilkan bau-bauan yang lebih harum.

Selanjutnya, tambah dia, adalah Food grade yaitu essential oil yang sepenuhnya berasal dari tanaman, namun tidak seluruhnya mengandung komponen therapeutic dan ditujukan untuk menambah rasa dan aroma dalam industri makanan.

Terakhir, therapeutic oil yaitu kemurnian tertinggi, dimana dibutuhkan setidaknya 60 bunga segar untuk menghasilkan satu tetes minyak atsiri jenis Therapeutic. Kepadatan molekul minyak atsiri tingkat Therapeutic lebih terkonsentrasi. “Jenis ini memiliki manfaat untuk kesehatan,” tegasnya.

Untuk itu, Franky mengatakan pihaknya berinovasi menghadirkan Essential Oil untuk semakin menunjang gaya hidup sehat masyarakat modern di Indonesia, yaitu Trulife Tidak hanya 100% murni Essential Oil, namun juga bersertifikasi Halal yang tentu menjadi pembeda dari rata-rata Essential Oil yang ada di Indonesia, sehingga mayoritas muslim di Indonesia dapat dengan aman dan nyaman menggunakan Essential Oil.

“Terbuat dari 100% bahan alami tanpa kandungan kimia, manfaat kebaikan alam dapat langsung kita rasakan setiap kali menggunakannya. Hadir dengan tiga varian yakni Trulife Lavender+, Peppermint+, serta Lemongrass+,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN