Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Diet Langsing

Diet Langsing

Lemak Larut dan Otot Kencang dengan Kombinasi Radio Frequency-DMA

Senin, 3 Mei 2021 | 12:42 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perayaan Hari Raya Idul Fitri selalu dijadikan ajang kumpul bersama keluarga maupun teman-teman. Di momen-momen itu juga tersedia berbagai makanan lezat, camilan, hingga minuman mengandung gula yang ikut menyemarakkan keakraban. Namun, masalah lain timbul, yakni berat badan yang bertambah karena asupan kalori yang tidak terkontrol. Oleh karenanya, jangan sampai asupan yang terkontrol selama puasa Ramadan jadi tidak terkendali saat Lebaran tiba, dan malah menaikkan berat badan.

Menurut Dokter Estetika Galih Arif dari Klinik Dermalounge, saat Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri telah usai banyak pasien yang datang untuk mengembalikan penampilan tubuh ke bentuk idealnya. Penyebabnya momen-momen itu adalah saat kumpul bersama keluarga dan menikmati berbagai makanan secara beramai-ramai.

Untuk itu, dr. Galih menganjurkan untuk meminum dua gelas putih terlebih dahulu kemudian makan buah, setelah 30 menit baru-lah menikmati makanan lain. Cara ini, disebut dapat menekan keinginn untuk makan lebih banyak dan menambah lemak pada tubuh.

Namun jika sudah terlanjut menumpuk lemak dan kesulitan mengatasi dengan mengatur pola makan dan berolahraga, program Derma Slimming bisa menjadi opsi. Di Dermalounge, terdapat dua program untuk menghilangkan lemak, yakni suntik mesolipolisis (Mesotherapy) dan Derma Sculpt.

Pada Mesotherapy, adalah jenis pengobatan melibatkan penyuntikan yang dikalibrasi dengan hati-hati, larutan cair untuk merangsang mesoderm untuk berbagai keperluan. Mesoderm adalah lapisan subkutan tempat lemak dan jaringan ikat ditemukan.

“Suntik mesolipolisis dengan menyuntikkan cairan enzim yang dapat melarutkan lemak kebagian dalam lemak secara langsung. Cara ini membuat kita bisa mengatur lemak bagian tubuh mana yang bisa terlebih dahulu dikurangi. Kebanyakan pasien mengeluhkan lemak pada bagian perut, lengan, paha, bra-fat dan juga double chin,” tutur dr. Galih kepada Investor Daily, Jumat (30/4).

Hasil dari suntik mesolipolisis lanjut dia, akan lebih baik jika dikombinasikan dengan Derma Sculpt, yakni teknologi sinergis yang menyediakan opsi tak terbatas untuk personalisasi rencana perawatan dan ditargetkan menjawab kebutuhan serta keinginan khusus, karena pengobatan ini mencapai beberapa lapisan kulit.

Derma Sculpt memakai teknologi radio frequency (RF) dan dynamic musle activation (DMA). Teknologi RF mengalirkan panas, gelombang untuk menghancurkan lemak, dan kita tambah dengan DMA untuk mengencangkan otot. Jadi tidak hanya lemak yang larut tetapi ototnya juga kita kencangkan. Kami menyarankan untuk memakai dua teknologi ini karena keduanya memiliki perbedaan tetapi saling membantu satu sama lain. Karena tidak semua one fit for all, pasien harus tetap ketemu dokter, kita lihat dan mencari penyebab yang membuat tubuh memiliki lemah berlebih itu apa, dilihat dari pola makan dan olah raganya. Sedangkan untuk kasus yang berat, kami menyarankan pasien menjalankan program supaya mencapai tubuh yang ideal,” demikian penjelasan dr. Galih.

Selain menggunakan teknologi, tambah dr Galih, pasien juga harus tahu kebutuhan kalori tubuhnya sendiri dengan cara menngukur tinggi badan, berat badan dan disesuaikan dengan usia sehingga dapat diketahui jumlah kalori untuk bisa mengatur pola makan.

“Untuk beberapa orang memang membutuhkan teknologi untuk mengatur agar tubuhnya menjadi ideal, selain sekadar mengatur pola makan dan olah raga. Ada satu kasus pasien yang memiliki lingkar perut 120 cm, dan memerlukan waktu 6 bulan untk mengurangi lingkar pinggang menjadi 90 cm. Memiliki tubuh obesitas selain membuat penampilan kurang menarik, juga akan memunculkan berbagai macam kesehatan. Kalau badan prima, stamina juga akan bagus, begitu juga dengan kehidupan asmaranya,” ujar dokter Galih.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN