Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Selalu menggunakan masker jika bepergian ke luar rumah. FOTO: Investor Daily/IST

Selalu menggunakan masker jika bepergian ke luar rumah. FOTO: Investor Daily/IST

Memilih Masker untuk Mencegah Penularan Virus Korona

Mardiana Makmun, Kamis, 13 Februari 2020 | 20:49 WIB

JAKARTA, investor.id – Virus korona jenis Wuhan Virus (2019-nCov) semakin meluas. Jumlah korban meninggal akibat virus korona ini pun telah melampaui epidemi severe acute respiratory syndrome(SARS) pada 2003. Data dari South China Morning Post, korban meninggal mencapai 1.018.

Meski pemerintah melalui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan saat ini virus korona belum masuk Indonesia, namun masyarakat tetap harus waspada dan melakukan pencegahan.Pencegahan diantaranya dengan menggunakan masker di tempat keramaian, menghindari orang batuk dan bersin, serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dalam jumlah cukup dan seimbang, juga cukup olahraga dan tidur.

Terkait pemakaian masker, masih banyak masyarakat yang belum paham yang manakah masker yang dibutuhkan untuk pencegahan virus korona (2019-nCov).

Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. dr. Erlina Burhan, Msc, SP.P(K). Memaparkan, ada tiga jenis masker yang tersedia di pasar, yaitu masker N95, masker bedah, dan masker cotton. Masker N95, jelas dr Erlina, dapat memfilter 95% 0,3 mikrometer partikel dan menahan virus. Masker ini digunakan untuk penyakit yang ditularkan secra airborne.

Masker N95 biasa digunakan oleh petugas kesehatan saat menangani pasien. Masker bedah digunakan oleh dokter bedah dan petugas medis, serta bia juga untuk pasien dan masyarakat. Masker bedah terdiri atas tiga lapis.

Lapis paling luar bersifat waterproof untuk mencegah percikan/droplet masuk ke masker. Lapis tengah untuk filtrasi yang dapat menahan 90% partikel 5 mikrometer. Lapisan dalam digunakan untuk absorbsi sesuatu yang lembab/basah. Masker cotton, efisiensi antivirus rendah, tebal, dan pengap.

“Untuk mencegah virus korona, masyarakat cukup memakai masker bedah yang warnanya hijau, biru, atau lainnya,” saran dr Erlina.

Lapisan luar masker bedah, kata dr Erlina, bersifat waterproof. “Jadi kalau pun ada penderita yang bersin atau batuk dan percikannya mengenai wajah kita, percikan tersebut tidak akan masuk terhirup karena terhalang lapisan luar masker yang bersifat waterproof,” terang dr Erlina.

Begitupun sebaliknya, bila penderita memakai masker bedah kemudian bersin atau batuk, maka percikan tidak akan menembus keluar karena terhalang lapisan luar yang waterproof. Untuk masker terbuat dari kain atau katun, dr.Erlina tidak merekomendasikan.

“Masker dari kain tidak waterproof, sehingga percikan atau droplet penderita bisa tembus,” ujar dr.Erlina. Bagaimana dengan masker N95. “Oh masker N95 itu untuk petugas medis. Memakai sebentar saja sudah bikin kita sesak nafas karena ketat sekali di kulit,” kata dr.Erlina.

Penggunaan

Tak sembarangan atau asal memakai, masker harus dipasang dengan benar sesuai jenis masker. Jika masker basah atau kotor karena sekresi, harus segera diganti. Secara reguler, masker diganti setiap 2-4 jam karena efek proteksinya terbatas.

“Buang masker atau penutup mulut/hidung yang telah digunakan. Lakukan cuci tangan/hnd hygiene setelah membuka masker,” tandas dr Erlina.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA