Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menu sehat selama puasa. Foto: Investor Daily/IST

Menu sehat selama puasa. Foto: Investor Daily/IST

Menjaga Kesehatan Saat Berpuasa

Indah Handayani, Minggu, 12 Mei 2019 | 22:10 WIB

Masih ada anggapan keliru di masyarakat bahwa puasa berdampak terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh akibat pola dan asupan makanan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka puasa. Padahal, berpuasa terbukti dapat mendatangkan manfaat kesehatan.

Felicia Kawilarang,  Vice President Marketing Communications Halodoc, keluhan kesehatan masyarakat saat berpuasa yang dikonsultasikan dengan para dokter melalui aplikasi Halodoc yaitu masalah pencernaan, konstipasi, dan sakit kepala. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung kurang memperhatikan pola konsumsi makanan saat bulan Ramadan juga dapat memicu keluhan-keluhan tersebut, antara lain makan dengan porsi berlebih saat sahur agar merasa kenyang seharian. Komposisi dan nutrisi pada saat sahur dan berbuka menjadi kunci ketahanan tubuh selama berpuasa.

“Makan sedikit saat sahur dan berbuka dapat berpengaruh terhadap berat badan. Serta melewatkan makan sahur yang berimbas nafsu makan lebih besar saat berbuka puasa sehingga porsi makan lebih banyak,” ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.

Ahli gizi Dr Jovita Amelia MSc SpGK menambahkan, kekhawatiran masyarakat akan masalah kesehatan dapat mengganggu ibadah puasa. Terkadang, masyarakat percaya mitos bahwa makan banyak saat sahur dapat membuat kenyang sepanjang hari atau makan sedikit saat sahur dan berbuka akan membuat berat badan turun. Nyatanya, saat sahur tubuh membutuhkan nutrisi yang tepat dengan jumlah yang memadai agar kuat berpuasa 12-13 jam serta tetap nyaman dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bukan hanya sekadar kenyang.

“Karenanya, asupan nutrisi yang tak seimbang dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri lambung, sakit kepala, dehidrasi, konstipasi bahkan stres karena kurang makan, minum dan istirahat yang cukup. Terlebih, mengonsumsi makanan berlemak, manis, ataupun karbohidrat yang berlebihan, justru akan meningkatkan jumlah kalori dan berpotensi obesitas,” jelas dia.

Berdasarkan kajian literatur, puasa Ramadan dapat menurunkan berat badan dan persentase lemak tubuh serta meningkatkan HDL. Namun, penurunan berat badan akan optimal jika memang selama puasa mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, baik ketika sahur atau berbuka. Puasa Ramadan justru malah meningkatkan berat badan apabila tidak ada perubahan gaya hidup, khususnya bagaimana mengatur pola makan yang benar saat sahur dan berbuka.

Tips Memilih Makanan

Berikut ini tips dari Dr. Jovita Amelia, MSc, SpGK dalam memilih makanan saat puasa khususnya sahur agar tubuh tetap bugar. Pertama, pilih hidangan sahur dengan komposisi gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan kalori harian. Makanan yang lengkap dan berenergi dapat memenuhi kebutuhan energ sepanjang hari.

Makanan dengan karbohidrat kompleks dapat melepaskan energi secara perlahan selama puasa. Komponen makanan yang seimbang juga dapat mengoptimalkan kondisi tubuh yang terdiri atas 50-60% karbohidrat, 15-20% protein dan 20-25% lemak.

Kedua, cukupi kebutuhan cairan dan zat besi saat sahur dapat membantu distribusi oksigen tetap terjaga selama berpuasa, sehingga tubuh akan terasa lebih bugar, tidak mudah lemas dan mengantuk.

Ketiga, untuk mengurangi rasa haus, hindari gorengan dan hidangan yang mengandung banyak garam. Makanan yang digoreng akan memperlambat pengosongan lambung sehingga memicu naiknya asam lambung. Di samping itu, penuhi kebutuhan cairan 2 liter per harinya.

Keempat, hindari konsumsi makanan manis yang berasal dari karbohidrat sederhana berlebih saat sahur, karena akan lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh sehingga mudah menyebabkan rasa lapar. Jika ingin mengonsumsi makanan manis, maka pilihlah makanan manis yang berasal dari karbohidrat kompleks seperti seperti sayur, buah dan umbiumbian.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN