Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Serangan Virus Corona pada manusia. Sumber: WHO/Getty Images

Serangan Virus Corona pada manusia. Sumber: WHO/Getty Images

Mitos dan Fakta Novel Coronavirus Wuhan

Indah Handayani, Senin, 3 Februari 2020 | 14:23 WIB

JAKARTA, investor.id - Meski merupakan virus baru, banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai Novel Coronavirus Wuhan. Apa saja mitos tersebut? Dan bagaimana faktanya?

Akademisi dan praktisi klinis Prof Ari F Syam mengatakan saat ini peningkatan jumlah kasus infeksi virus korona begitu cepat, begitu pula jumlah kematian, memang sampai saat ini kasus terbanyak masih berasal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei. Setidaknya terdata sudah 17.190 kasus di Tiongkok dan ratusan kasus dari 26 negara.

Di sisi lain mitos yang beredar juga berbagai macam. "Mitos terutama seputar asal virus, gejala klinis virus dan cara mengatasi atau mengobati virus," ungkapnya dalam keterangan pers.

Mitos seputar Virus Korona.
Mitos seputar Virus Korona.

Prof Ari menyebutkan setidaknya ada 10 Mitos yang ada seputar infeksi novel coronavirus, yaitu :

1.Bisa menular melalui buah impor

2.Bisa menular melalui udara di ruang terbuka

3.Virus tidak bisa menular di udara tropik

4.Video korban yang tiba-tiba jatuh pingsan di jalan karena jatuh pingsan.

5.Bisa ditularkan melalui pandangan mata

6.Bisa ditularkan melalui sinyal telpon

7.video yang menunjukkan orang tertular setelah minum sup kelelawar.

8.Minum alkohol bisa menyembuhkan infeksi virus corona.

9.Konsumsi bawang putih bisa menyembuhkan infeksi virus Corona.

10.Virus tersebar akibat kebocoran laboratorium di Wuhan.

Fakta seputar Virus Korona
Fakta seputar Virus Korona

Sedangkan Prof Ari menyebutkan, faktanya :

1.Bisa menular antar manusia, tetapi penularan melalui kontak langsung melalui droplet atau melalui batuk atau bersin.

2.Daya tahan tubuh yang baik bisa mencegah kita dari virus korona.

3.Dengan menggunakan Alat pelindung diri yang baik tim medis terhindar dari penularan infeksi.

4. Masa inkubasi 14 hari, jadi bisa saja Gejala klinik virus muncul kemudian walau lolos thermal scanner.

5.Gejala awal tidak spesifik.

6.Pasien yang terinfeksi virus korona bisa sembuh.

7.Bisa menular antar manusia

8. Infeksi bisa mengenai semua umur.

9.Pada udara terbuka virus bisa mati dengan alkohol

10.Tidak semua pasien dengan infeksi ini mengalami gagal nafas dan meninggal.

Untuk itu, lanjut Prof Ari yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan FKUI sebagai institusi pendidikan kedokteran ternama di Indonesia dalam dua tahun ini gencar melakukan gerakan antihoaks kesehatan. Upaya yang dilakukan melalui simposium awam dan temu media melalui Info Sehat FKUI.

"Khusus untuk topik Virus Korona ini minggu lalu dihadiri oleh 300-an peserta dan 40-an media cetak dan elektronik," jelasnya.

Selama ini, lanjut Prof Ari, informasi kesehatan disampaikan melalui jejaring media sosial yang ada seperti Instagram, Twitter dan youtube. Prof Aru bahkan mempunyai aplikasi android "Apa Kata Dokter" yang bisa di-download melalui google play, aplikasi ini berisi informasi terkini dimana sia menjadi nara sumber utk pemberitaan tersebut atau tulisan yang dibuat di blog.

"Apa yang kami lakukan semata-mata agar kami bisa berkontribusi langsung memberikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat," tutupnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA