Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mondelez International ungkap kebiasaan dan tren ngemil orang Indonesia melalui Survei

Mondelez International ungkap kebiasaan dan tren ngemil orang Indonesia melalui Survei "The State of Snacking" di Jakarta, pada 3 Desember 2019. Survei itu menganalisa kebiasaan, wawasan dan tren ngemil konsumen di Indonesia dan 11 negara lainnya. ( Foto: Istimewa )

Mondelez International Ungkap Kebiasaan "Ngemil" Orang Indonesia

Indah Handayani, Selasa, 3 Desember 2019 | 17:47 WIB

JAKARTA, investor.id – Fakta kebiasaan ngemil orang Indonesia terungkap melalui survei yang diluncurkan oleh Mondelez International. Survei bertajuk "The State of Snacking", untuk menganalisa kebiasaan, wawasan dan tren ngemil konsumen di Indonesia dan 11 negara lainnya.

President Director Mondelez Indonesia Sachin Prasad mengatakan pihaknya menyadari bahwa terjadi perubahan kebiasaan ngemil dengan meningkatnya urbanisasi, padatnya kesibukan, serta berubahnya keinginan masyarakat. Survei ini bertujuan untuk mempelajari kebiasaan konsumen dan menemukan berbagai pemahaman baru tentang peran camilan. "Baik fungsional maupun emosional, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia yang sangat lekat dengan camilan," ungkap Prasad di Jakarta, Selasa (3/12).

Menurut Prasad, Survei “State of Snacking” menemukan bahwa terdapat potensi yang sangat besar untuk industri makanan ringan, baik secara global dan juga di Indonesia, dikarenakan semakin meningkatnya frekuensi orang ngemil sehari-hari. Ngemil tidak lagi hanya berfungsi untuk asupan tubuh, namun banyak orang menggunakan momen menikmati ngemil untuk membangun kedekatan sosial, koneksi, dan bahkan membentuk identitas pribadi mereka. "Uniknya kebiasaan dan tren ngemil masyarakat Indonesia menunjukan diatas rata-rata dunia," tambahnya.

Prasad menjelaskan lebih tinggi dari rata-rata global, orang Indonesia mengonsumsi camilan lebih sering daripada makanan berat, yakni hampir 3x sehari, dibanding 2.5x makanan berat sehari. 75% responden mengatakan bahwa makanan ringan yang gampang dikonsumsi di sela-sela aktivitas mereka lebih cocok dengan gaya hidup saat ini. 77% atau 18% lebih tinggi dari rata-rata global. Serta, lebih memilih mengkonsumsi makanan ringan lebih sering di sepanjang hari daripada sesekali mengonsumsi makanan berat.

Bahkan, lanjut Prasad, sebanyak 53% mengatakan bahwa mereka tidak memiliki waktu lagi untuk makan makanan berat. Survei juga menemukan bahwa masyarakat Indonesia cenderung mengkonsumsi camilan di pagi hari, lebih pagi diantara negara-negara lainnya, yakni di antara makan pagi dan makan siang. Ternyata masyarakat Indonesia memerlukan ngemil untuk kebutuhan mental dan emosional, dibandingan sekedar mengenyangkan perut. Sebanyak 93% mengatakan bahwa ngemil dilakukan untuk meningkatkan suasana hati, 91% untuk menemukan momen tenang atau me-time dengan diri sendiri dan memberikan rasa nyaman.

"Sementara hanya 84% responden yang mengatakan ngemil diperlukan untuk memberikan asupan untuk tubuh," tambah dia.

Sementara itu, sosiolog Dr. Erna Ermawati Chotim, M. Si, menambahkan  fenomena ini terjadi karena orang Indonesia rata-rata menempuh perjalanan panjang menuju tempat kerja masing-masing, sehingga memerlukan waktu lebih pagi untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat. Sehingga, mereka memerlukan camilan untuk pengisi energi setelah makan pagi dan sebelum makan siang.

Menariknya, Erna mengatakan survei tersebut juga menyebutkan 23% lebih tinggi dari rata-rata global, 86% responden mengatakan bahwa mereka mempergunakan momen ngemil untuk menciptakan kebersamaan dengan orang lain. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia melihat camilan sebagai sebuah medium untuk terhubung dengan dirinya sendiri dan juga budayanya. Sekitar 59% responden – 27% lebih tinggi dari rata-rata global- mengatakan bahwa mereka memiliki tradisi ngemil setiap harinya. Ternyata 68% dari responden Indonesia percaya bahwa kebiasaan ngemil dapat mempertahankan tradisi keluarga. 

“Masyarakat Indonesia sedari dulu menggunakan makanan atau camilan sebagai pencair suasana dalam momen kebersamaan, apalagi orang Indonesia memang merupakan masyarakat kolektif yang senang bersosialisasi. Jadi sangat relevan bahwa menikmati camilan menjadi momen untuk menjadi lebih terhubung dengan lingkungan sosialnya," tutup Erna.(iin)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA