Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nutrifood kembali mengadakan Awarding Nutrifood Research Center (NRC) Grant 2019, yaitu ajang pemberian dukungan dana penelitian sekaligus pendampingan bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia dengan ide penelitian inovatif terkait alternatif makanan minuman yang lebih sehat dengan membatasi kandungan gula, garam dan lemak (GGL).

Nutrifood kembali mengadakan Awarding Nutrifood Research Center (NRC) Grant 2019, yaitu ajang pemberian dukungan dana penelitian sekaligus pendampingan bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia dengan ide penelitian inovatif terkait alternatif makanan minuman yang lebih sehat dengan membatasi kandungan gula, garam dan lemak (GGL).

Nutrifood Dukung Penelitan Terkait Batasan GGL pada Mamin

Indah Handayani, Kamis, 31 Oktober 2019 | 15:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Memasuki tahun kelimanya, Nutrifood kembali mengadakan Awarding Nutrifood Research Center (NRC) Grant 2019, yaitu ajang pemberian dukungan dana penelitian sekaligus pendampingan bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia dengan ide penelitian inovatif terkait alternatif makanan minuman yang lebih sehat dengan membatasi kandungan gula, garam dan lemak (GGL).

Manager Nutrifood Research Center Felicia Kartawidjaja mengatakan, pihaknya kembali mengadakan NRC Grant 2019 sebagai wujud komitmen untuk terus merangkul para peneliti terbaik Indonesia untuk turut berkontribusi dalam menginspirasi masyarakat Indonesia hidup sehat melalui pengaturan asupan gula, garam dan lemak. Riset Kesehatan Dasar 2018 dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi Penyakit Tidak Menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, termasuk di antaranya stroke, diabetes melitus, dan hipertensi.

Bahkan, lanjut dia, prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%, dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. "Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini salah satunya dikarenakan gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi gula, garam dan lemak yang berlebih," ungkap Felicia di Jakarta, Kamis (31/10).

Felicia mengatakan terdapat ratusan proposal penelitian yang telah diterima. Itu menunjukkan di Indonesia banyak peneliti dengan ide inovatif untuk menciptakan terobosan bagi masyarakat di bidang kesehatan, khususnya terkait pangan yang dibatasi kandungan gula, garam dan lemaknya. Akhirnya terpilih empat penelitian yang berhasil menjadi pemenang NRC Grant 2019 sekaligus didanai proposal penelitiannya. Mereka adalah Fransisca Shinta Maharani dari STIKES Panti Rapih Yogyakarta, Falvocha Alifsmara Jeolyna dari Universitas Diponegoro Semarang, Azkia Rachmah dari Universitas Sebelas Maret Solo, serta I Wayan Karta dari Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Menurut Felicia, keeempatnya dipilih sebagai pemenang NRC Grant 2019 karena kebaruan ide (novelty), kesesuaian dengan topik (relevance), serta kemampuan penyampaian yang padat, jelas dan berbobot dalam proposal maupun presentasi (conciseness). Keempat proposal terbaik tersebut berkesempatan mendapatkan dukungan dana dengan total senilai 225 juta rupiah. Topik penelitian para pemenang tersebut tidak hanya inovatif dan fungsional, namun bahan-bahannya dekat dan mudah ditemukan di keseharian masyarakat Indonesia.

Misalnya, sebut Felicia, growol yang merupakan pangan tradisional Yogyakarta sebagai opsi pengganti nasi bagi penderita diabetes, gum dan bubuk apel untuk membuat donat rendah lemak, yoghurt dengan ekstrak daun kelor untuk melawan sindrom metabolik, serta minuman teh cang salak yang berpotensi membantu memperbaiki profil lemak. Selama setahun kedepan, para peneliti akan melakukan penelitian dengan pendampingan dari tim NRC.

"Harapannya, penelitiannya dapat berbuah hasil yang baik dan menjadi terobosan terbaru bagi dunia pangan Indonesia," tutup Felicia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA