Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ngemil sehat di masa pandemi

Ngemil sehat di masa pandemi

Pandemi Tingkatkan Kebiasaan Ngemil Masyarakat Indonesia

Selasa, 12 Januari 2021 | 21:29 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sebuah survei tahunan yang dilakukan Mondel─ôz International di 12 negara, termasuk Indonesia, bertajuk The State of Snacking 2020 mengungkapkan pandemi Covid-19 meningkatkan kebiasaan ngemil masyaraat Indonesia. Bahkan, tercatat 60% orang Indonesia lebih banyak ngemil selama pandemi dibandingkan sebelumnya. Angka itu lebih  tinggi dari rata-rata global 46%.

Prashant Peres, President Director Mondel─ôz Indonesia menjelaskan masyarakat Indonesia bahkan rata-rata mengkonsumsi 3x makanan ringan per hari, yang juga melebihi jumlah rata-rata global sebanyak 2x.

Tidak hanya itu, ngemil juga dianggap menjadi hal yang sangat penting selama pandemi (64%). Terungkap bahwa saat ini setiap individu berusaha mencari kenyamanan saat menikmati camilan sehingga pemilihan waktu ngemil menjadi lebih spontan dan bervariatif. 60% menyatakan bahwa jadwal ngemil mereka menjadi lebih tidak terencana dan berbeda setiap harinya.

“Data tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi makanan ringan untuk mencari kenyamanan di tahun ini (71%), dibandingkan dengan data pada tahun lalu (64%),” ucap Peres di sela konferensi pers virtual, Selasa (12/1).

Tidak hanya itu, lanjut dia, sebanyak 84% responden menyatakan bahwa camilan merupakan salah satu sumber kebahagiaan mereka. Tak hanya itu, 81% merasa camilan bisa memberikan semangat tersendiri sepanjang hari.

Mengenai manfaatnya bagi keluarga, 94% orang tua mengandalkan camilan untuk menghibur anak-anaknya selama pandemi. Bahkan, 77% orang tua telah menjadikan kebiasaan ngemil sebagai tradisi baru bagi keluarga.

Meski demikian, Peres menambahkan tahun ini masyarakat merasa lebih sadar dan fokus pada camilan yang mereka makan, terutama saat mereka menikmatinya dalam kesendirian di rumah.

Sebanyak 66% responden merasa lebih fokus dengan camilan yang mereka konsumsi dan 75% diantaranya merasa lebih sadar untuk mencari camilan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

“Bahkan, mereka bisa menghabiskan waktu lebih hanya untuk memahami camilan tersebut, seperti aroma, tekstur, dan rasanya,” jelas dia.

Menanggapi temuan tersebut, Peneliti dan Pengamat Sosial Devie Rahmawati menjelaskan dalam konteks masyarakat Indonesia, kebiasaan ngemil sudah menjadi bagian dari tradisi sejak dulu.

Maka dari itu, tidaklah heran jika camilan banyak dipilih masyarakat di berbagai kesempatan, termasuk dalam hal mengisi waktu luang dan menghilangkan kebosanan. Bahkan, Kebutuhan masyarakat Indonesia akan makanan atau camilan tidak hanya menjadi pemenuh kebutuhan biologis, tetapi juga menjadi kekuatan sosiologis membangun konektivitas sosial.

“Serta, membantu mengendalikan suasana hati di kehidupan sehari-hari, bahkan meredakan tingkat stress yang timbul akibat suasana yang tidak menentu, seperti pandemi,” tutup Devie.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN