Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren Assalafie Cirebon serta 23 Pesantren di Jawa Barat.

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren Assalafie Cirebon serta 23 Pesantren di Jawa Barat.

Para Santri Diajak Pakai Masker sebagai Gaya Hidup

Rabu, 16 September 2020 | 11:09 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Dibukanya kembali pondok pesantren untuk kegiatan belajar mengajar pada era pelonggaran PSBB saat ini menyebabkan pesantren menjadi salah satu klaster yang berpotensi menjadi pusat penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, tindakan pencegahan harus dilakukan dengan menguatkan kesadaran para santri untuk menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker yang baik dan benar, menjadi gaya hidup.

Ketua Umum GPM, Sigit Pramono menyatakan, pihaknya saat ini mengajak para pengurus pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur untuk secara aktif membimbing para santri agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan saat berinteraksi dengan orang lain.

Dengan menggunakan masker, santri telah turut bergotong-royong melawan Covid-19 serta melindungi kamu dan aku. Menggunakan masker merupakan upaya paling minimal yang bisa dilakukan. Karena dengan menggunakan masker yang baik dan benar, diyakini bisa menekan hingga 75% risiko penularan.

“Melalui kegiatan ini, kami harap para santri lebih disiplin menggunakan masker dan dapat ikut serta mengedukasi sekelilingnya untuk menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari atau gaya hidup,” ungkap Sigit dalam keterangan pers diterima, Rabu (16/9).

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren Assalafie Cirebon serta 23 Pesantren di Jawa Barat.
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren Assalafie Cirebon serta 23 Pesantren di Jawa Barat.

Untuk itu, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren Assalafie Cirebon serta 23 Pesantren di Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran para santri dalam menjalankan protokol kesehatan serta mengajak lingkungan sekitarnya untuk ambil bagian dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

Direktur PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk Shandra Noraya L menyatakan dukungan atas kegiatan edukasi dan sosialisasi GPM. Hal ini sesuai dengan semangat dan kepedulian PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk untuk mengedukasi umat.

Memakai masker menjadi gaya hidup baru bagi santri agar bisa menekan penyebaran dan menekan risiko penularan Covid-19. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi gerakan sosial yang dapat membawa maslahat bagi para santri dan pengurus pesantren di Indonesia.

“Melalui program edukasi memakai masker di pesantren, GPM bersama Bank Panin Dubai Syariah Tbk turut melindungi kamu dan aku dan melindungi Indonesia,” lanjut Shandra.

Sementara itu, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Abdurrouf mengatakan, dengan memakai masker, selain melindungi diri sendiri juga akan melindungi teman, keluarga, dan guru di pesantren.

“Di samping memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, para santriwan dan santriwati di pesantren juga harus menyeimbangkan gizi dan asupan, olahraga, serta istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua RMI PBNU KH Abdul Gfararrozin. Ia mengatakan tidak sedikit Kiai yang meninggal akibat virus ini. Dalam upaya menanggulangi hal tersebut, RMI PBNU secara aktif menggelar pelatihan Satgas Covid-19 untuk pesantren.

Selain itu, kerja sama dengan organisasi seperti GPM akan terus dilakukan untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi pemakaian masker dan mencuci tangan dengan benar serta menjaga jarak. Pesantren tidak boleh menyerah karena adanya wabah Covid-19. Para santri, guru dan keluarga pesantren harus terus ikhtiar lahir dan batin melawan virus Covid-19.

“Diharapkan, nantinya setiap pesantren dapat membentuk satgas masing-masing sehingga seluruh keluarga pesantren senantiasa terhindar dari wabah Covid-19,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN