Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wadah makan dan minum berbahan stainless steel dilluncurkan Thermos Indonesia Trading di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Wadah stainless steel diharapkan dapat mengurangi sampah plastik.

Wadah makan dan minum berbahan stainless steel dilluncurkan Thermos Indonesia Trading di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Wadah stainless steel diharapkan dapat mengurangi sampah plastik.

Penggunaan Wadah Stainless Steel Kurangi Sampah Plastik

Mardiana Makmun, Selasa, 6 Agustus 2019 | 19:26 WIB

JAKARTA, Investor.id─Penggunaan wadah makan dan minum berbahan stainless steel diharapkan dapat mengurangi sampah wadah plastik sekali pakai. Seperti diketahui, sampah plastik dapat terurai menjadi microplastic yang membahayakan kesehatan makhluk hidup.

“ Salah satu penyumbang plastik ke laut adalah dari botol plastik sekali pakai yang tidak didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Salah satu riset yang dilakukan oleh Profesor Jambeck  dari Universitas Georgia menyatakan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik kedua di dunia. Untuk itu kami dari Waste4Change terus menerus mengkampanyekan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengobah pola konsumsi dan gaya hidupnya menjadi lebih ramah lingkungan.  Dengan pola 3R, masyarakat dapat mulai menggunakan ulang botol plastik jika masih menggunakan atau mendaur ulangnya. Namun, yang paling penting adalah dengan mengurangi penggunaan botol sekali pakai dan mulai menggantinya dengan produk-produk yang berbahan stainless steel,” kata Hana di sela peluncuran wadah minum Thermos Ultra Light One Push Tumbler JNL 503 serta wadah makan Thermos Food Jar JBM500 WK dan JBG1000WK di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Andriani Melissa, marketing manager PT Thermos Indonesia Trading menjelaskan, wadah berbahan stainless steel, terutama yang menggunakan teknologi vakum stainless steel, memiliki banyak keunggulan dibandingkan plastik. “Wadah yang terbuat dari vakum stainless steel tidak mengandung zat kimia berbahaya seperti BPA yang terkandung di dalam plastik.  Stainless steel juga adalah materi yang ramah lingkungan tidak seperti plastik yang sangat lama terurai bahkan bisa memakan waktu 500 hingga 1.000 tahun lamanya. Stainless steel yang didesain dengan baik dan teknologi tinggi dapat menjaga suhu air panas dan dingin lebih lama, tidak memberikan tempat untuk jamur dan bakteri bersarang, dan tidak menyimpan rasa pada minuman,” jelas Melisa.

Karena itu, lanjut Melisa, sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini, Thermos, kata Melisa, terus melakukan inovasi dengan menghadirkan produk terbaru yang berkualitas dan mengikuti keinginan para konsumen setianya.  Semua produk  dari Thermos diciptakan dengan menggunakan materi stainless steel yang berkualitas dan telah teruji aman untuk digunakan.

“Produk Thermos didesain dengan teknologi vakum isolasi dinding ganda untuk retensi suhu maksimum yang dapat menjaga suhu air tetap sama dalam waktu yang cukup lama 6-8 jam. Keunggulan lain dari produk Thermosini adalah anti bocor, tidak mudah pecah serta tahan lama,” kata Melisa.

Seperti diketahui, penggunaan botol minum dan wadah makanan plastik sekali pakai semakin mengkhawatirkan.  Dilansir dari World Atlas, Indonesia menjadi negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Tercatat penggunaan botol plastik di negara Indonesia mencapai 4,82 miliar.

Data dari Euromonitor pun menyebutkan, berdasarkan pertumbuhan rata-rata (CAGR) di Indonesia, pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan hingga tahun 2018 mendatang. Pertumbuhan market size untuk kategori pembelian produk beverageware, food Ssorage, dan dinnerware sebesar 11,2% per tahun.

Melisa juga mengungkapkan gaya hidup masyarakat yang senang nongkrong di kafe turut menyumbang meningkatnya sampah wadah plastik sekali pakai.

“Sebuah kedai kopi saja bisa menghasilkan sampah wadah minum plastik sekali pakai sebanyak 100 ribu cup per bulan,” ungkap Melisa.

Padahal, sampah botol dan wadah plastik sekali pakai, cukup berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Menurut Hana Nur Auliana, praktisi lingkungan dari Waste4Change, sampah botol plastik sangat sulit diurai. Di tanah, botol plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari, sehingga mengurangi kesuburan tanah dan dapat menyebabkan banjir.

Di lautan, plastik secara leluasa dapat terpapar sinar ultraviolet matahari, kemudian terjadilah fotodegradasi yang memecah plastik menjadi ukuran kecil-kecil (microplastic). Akhirnya bahan beracun dari plastik yang telah terpecah-pecah itu masuk dalam rantai makanan, termakan oleh makhluk hidup di laut, dari yang terkecil hingga yang terbesar dan manusia yang mungkin berada dalam urutan teratas rantai makanan tersebut, mendapatkan efek akumulasi dari bahan-bahan beracun itu.

Lalu di udara komponen plastik pada botol yang bertebaran dapat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Sebagai contoh, plastik jenis polyvinyl chloride (PVC) yang mengandung halogen, akan memproduksi dioksin apabila dibakar. Dioksin adalah salah satu komponen paling berbahaya yang dihasilkan oleh manusia. Dari ketiga faktor tersebut, jelas botol plastik jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan pencemaran.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA