Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kanker Payudara. Foto ilustrasi; IST

Kanker Payudara. Foto ilustrasi; IST

Pentingnya Terapi Kanker Payudara HER2-Positif Stadium Dini

Minggu, 21 Februari 2021 | 04:47 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Kanker payudara HER2-positif stadium dini yang tepat dan optimal pada JKN dapat memberikan pasien kesempatan terbaik untuk sembuh dan mengurangi risiko kekambuhan pada stadium lanjut sehingga berpotensi meringankan beban bagi pasien dan sistem kesehatan.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi dr Sonar Soni Panigoro SpB(K) Onk MEpid MARS menjelaskan jika ditangani secara optimal sejak stadium dini. Oleh karena itu, penanganan kanker payudara yang komprehensif sejak stadium dini memberikan peluang kesembuhan yang lebih tinggi bagi pasien dan berpotensi untuk mengurangi dampak sosio ekonomi masyarakat.

HER2-positif merupakan faktor agresivitas sel kanker payudara yang diasosiasikan dengan tingkat kesintasan yang rendah. Namun, studi menunjukkan, penanganan kanker payudara HER2-positif yang optimal pada stadium dini dapat menurunkan risiko kekambuhan atau kematian dibandingkan jika mendapat kemoterapi saja.

“Tujuan pengobatan kanker payudara pada stadium dini tidak hanya untuk mengontrol penyakit tetapi juga kuratif atau mencapai kesembuhan, sehingga pasien dapat kembali menjalani kehidupannya secara produktif,” ungkap dr Sonar di sela webinar CISC : Akses Penanganan Kanker Payudara HER2+ Stadium Dini, Jumat (19/2).

Menurut dr Sonar, saat ini salah satu terapi yang terbukti efektif pada kanker payudara HER2-positif stadium dini adalah pemberian terapi target dengan trastuzumab dan kemoterapi yang terbukti dapat meningkatkan angka kesintasan dan menurunkan risiko kekambuhan pasien. Apabila dilakukan, angka kekambuhan dapat berkurang dibandingkan pemberian kemoterapi saja. Dengan pengobatan yang optimal pada stadium dini, hal ini berpotensi untuk meringankan beban bagi pasien atau keluarga pasien, dan sistem kesehatan.

“Kehadiran JKN telah mempermudah akses terhadap diagnosis, namun perlu juga diikuti penanganan kanker payudara HER2-positif yang komprehensif untuk meningkatkan luaran klinis terapi,” tambahnya.

Dari beberapa penelitian, terlihat bahwa penanganan kanker payudara sejak stadium dini dengan tepat dan komprehensif berpotensi meringankan beban bagi pasien dan sistem kesehatan, dimana biaya total penanganan kanker payudara pada stadium II, III, dan IV adalah 32%, 95%, dan 109% lebih tinggi dibandingkan stadium I.

Sementara itu, Dr Diah Ayu Puspandari Apt MBA MKes Apt, seorang ahli ekonomi kesehatan dan juga seorang dosen senior di FK-KMK UGM mengatakan kesehatan masyarakat perlu dilihat sebagai sebuah investasi, bukan sebagai cost (biaya).

Selain deteksi dini, pemberian akses terhadap terapi yang optimal pada kanker payudara sejak stadium dini merupakan salah satu prinsip pencegahan agar penyakit tidak bermetastasis dan tidak mengalami perburukan. Saat ini di Indonesia penanganan kanker payudara di stadium dini untuk kemoterapi dan terapi endokrin sudah tercakup oleh BPJS.

Namun, lanjut dia, dengan perkembangan teknologi yang pesat terutama dalam terapi kanker seperti halnya terapi target Anti-HER2 memberikan harapan lebih baik dalam keberhasilan terapi, yang tentu berdampak positif terhadap luaran sosial ekonomi. Hal ini memerlukan pertimbangan ekonomi kesehatan dalam penentuan cakupan manfaat dalam jaminan kesehatan.

Sebuah telaah sistematis menunjukkan bahwa terapi pada kanker payudara stadium dini dengan trastuzumab cost-effective di China, Jepang, Singapura, dan Taiwan, artinya di negara tersebut setelah dilakukan evaluasi ekonomi diputuskan sebagai terapi pilihan.

“Di negara lain, seperti Thailand, pemberian trastuzumab dengan kombinasi kemoterapi juga dinilai cost-effective dibandingkan dengan kemoterapi saja pada kanker payudara stadium dini dan telah masuk dalam paket manfaat jaminan kesehatan nasional sejak 2014,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN