Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PepsiCo luncurkan minuman Driftwell untuk atasi insomnia. Kandungan pada Driftwell terdiri atas 200 miligram L-theanine, asam amino yang ditemukan dalam teh hijau dan hitam serta beberapa jamur. ( Foto: cnn.com )

PepsiCo luncurkan minuman Driftwell untuk atasi insomnia. Kandungan pada Driftwell terdiri atas 200 miligram L-theanine, asam amino yang ditemukan dalam teh hijau dan hitam serta beberapa jamur. ( Foto: cnn.com )

PepsiCo Luncurkan Minuman untuk Atasi Insomnia

Rabu, 16 September 2020 | 06:46 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NORTH CAROLINA, investor.id – Pandemi virus corona Covid-19 dilaporkan sebagai penyebab bertambahnya jumlah kasus gigi yang retak dan insomnia. Menurut para dokter dan dokter gigi, kasus itu dipicu peningkatan stres yang dialami warga negara yang terpapar oleh Covid.

Namun PepsiCo meluncurkan inovasi minuman baru dengan memperkenalkan Driftwell, yang dapat mengatasi masalah stres.

Dilansir dari CNBC, ide minuman tersebut datang dari para karyawan Pepsi untuk membantu konsumen menghilangkan stres dan bersantai sebelum tidur. Ide itu sendiri merupakan bagian dari kompetisi internal yang dimulai tahun lalu oleh Chief Executiver Officer (CEO) PepsiCo, Ramon Laguarta. Konsep ide yang menang kompetisi itu pun berupaya diwujudkan oleh raksasa perusahaan food and beverage (F&B) asal Amerika Serikat (AS).

Vice President of Innovation and Capabilities Pepsi di Amerika Utara, Emily Silver mengatakan minuman ini merupakan produk baru tercepat yang pernah dikeluarkan oleh perusahaan. Driftwell sendiri baru akan tersedia di seluruh negeri, di situs e-commerce pada Desember tahun ini dan di toko-toko grosir pada Kuartal I-2021.

“Saya pikir kami meluncurkan ini pada saat minat konsumen lebih banyak dibandingan sebelumnya, mengingat semua yang terjadi dari perspektif makro,” ujar Silver, pada Senin (14/9) waktu setempat.

Minuman Driftwell yang telah disempurnakan itu mengandung 200 miligram L-theanine, asam amino yang ditemukan dalam teh hijau dan hitam serta beberapa jamur. Beberapa penelitian menunjukkan, bahwa ramuan tersebut dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu mengurangi gejala fisik stres.

“Dari perspektif ilmiah dan regulasi, kami merasa sangat senang membuat klaim seputar L-theanine. Secara khusus, kami memiliki keamanan dalam data klinis untuk membuktikan bahwa hal itu berhasil,” kata Silver.

Driftwell juga mengandung 10% dari nilai harian magnesium yang direkomendasikan. Minuman ini hadir dalam kaleng berukuran mini seberat 7,5 ons dan hanya memiliki satu varian rasa, yaitu lavender blackberry.

“Ini adalah ukuran yang sempurna untuk menghidrasi sebelum waktu tidur tanpa perlu pergi ke kamar mandi lagi,” tambah Silver.

Menurut data dari Euromonitor International, minuman fungsional yang memiliki pasar US$ 2,97 miliar pada tahun lalu di AS, diperkirakan meningkatkan penjualan hampir 5% tahun ini. Minuman relaksasi adalah kategori yang jauh lebih kecil, meskipun popularitasnya di Jepang menunjukkan bahwa minuman tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari bagi orang Amerika.

“Ini kategori minuman yang sangat baru, dan terus terang itulah yang menurut kami dapat kami buat dari perspektif minuman cair penyegar,” kata Silver.

Di sisi lain, banyak perusahaan yang lebih kecil membuat minuman relaksasi mereka sendiri dengan menambahkan CBD ke air soda, dan digadang-gadang sebagai alat bantu tidur atau cara untuk melepas lelah. Padahal masih sedikit penelitian yang telah dilakukan untuk mendukung klaim tersebut.

Perusahaan-perusahaan tersebut sengaja melakukannya karena Food and Drug Administration (FDA) telah melarang penambahan senyawa ganja ke makanan dan minuman. Bahkan perusahaan besar, seperti Pepsi telah menghindari potensi yang bakal menganggu regulasi dengan tidak menggunakan bahan tersebut untuk saat ini.

Meski demikian, kabar peluncuran minuman baru tidak membuat perubahan pada saham Pepsi – yang memiliki nilai pasar US$ 189 miliar – di sepanjang tahun ini hingga penutupan Senin.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN