Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peran Pemanfaatan TI dalam Upaya Penanganan Pandemi Covid-19

Peran Pemanfaatan TI dalam Upaya Penanganan Pandemi Covid-19

Peran Pemanfaatan TI dalam Upaya Penanganan Pandemi Covid-19

Selasa, 8 Juni 2021 | 17:43 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 terjadi di Dunia dan di Indonesia membawa dampak yang sangat dalam terhadap aspek kehidupan termasuk aspek sosial, ekonomi, dan tentunya kesehatan. Karenanya pelayanan kesehatan perlu melakukan berbagai adaptasi dan tentunya inovasi agar dapat bertahan sekaligus meningkatkan layanan, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi informasi.

dr. Kirana Pritasari, MQIH., staf ahli menteri bidang desentralisasi kesehatan dan PLT Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, mengatakan strategi Penanganan Pandemi di Indonesia meliputi 3 tahapan metode. Tahap pertama dengan meningkatkan deteksi, yaitu scalling up testing di seluruh Indonesia, meningkatkan pelacakan kontak erat. Tahap kedua adalah terapi yang efektif dan meningkatkan pemantauan isolasi mandiri dan terpusat. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan layanan Rumah Sakit (Tempat tidur, Tenaga kesehatan, Alat kesehatan, dan Obat) serta melakukan penelitian uji klinis terapi.

Metode yang ketiga adalah vaksinasi, yang menjamin ketersediaan vaksin dan logistik Cold Chain. Memastikan distribusi vaksin berjalan dengan baik serta akselerasi vaksinasi dengan vaksinasi secara masal dan vaksinasi gotong royong.

"Mengacu pada ketiga hal tersebut, kita perlu melakukan peningkatan dan penguatan sistem data pun Informasi Kesehatan Nasional," papar dr Kirana dalam keterangan pers diterima Selasa (8/6).

Sementara itu, Executive Director pf Intellectual Business Community Dr dr Bayu Prawira Hie MBA menerangkan tentang teknologi digital dalam kesehatan dari sudut pandang pembuat keputusan Public Health.

Dikatakan Bayu Prawira, bahwa teknologi Digital Twin adalah sebuah teknologi yang sudah dikembangkan dan diterapkan sejak 2017.

"Masyarakat perlu mengetahui, sebelumnya telah 4 tahun yang lalu teknologi berbasis kesehatan diterapkan. Artinya teknologi bukan lagi sebuah rancangan atau wacana kedepan.Teknologi sudah banyak merubah mindset atau pola pikir kita saat ini,” tuturnya.

Bayu mencontohkan melalui pemeriksaan tekanan darah tanpa harus bertemu dokter. Pun adanya teknologi kesehatan berbasis aplikasi. Mutu teknologi digital twin ini adalah agar bisa mengetahui rekaman kesehatan diri sendiri melalui medical record yang terdapat dalam device sang pemilik akun tersebut. Teknologi digital yang diimplementasikan melalui telemedicine, yaitu Artificial Intelegent (AI). Sebuah teknologi yang mampu dan setara dengan seorang dokter guna dapat mengetahui dan menganalisa berbagai jenis penyakit dan sudah lulus uji.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN