Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teknologi kecerdasan buatan dalam bidang radiologi, yaitu PACS Synapse.

Teknologi kecerdasan buatan dalam bidang radiologi, yaitu PACS Synapse.

RS PON Terapkan Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Radiologi

Selasa, 12 Januari 2021 | 14:59 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Rumah Sakit Pusat Otak Nasional atau RS PON menerapkan teknologi kecerdasan buatan dalam bidang radiologi, yaitu PACS Synapse (Picture Archiving & Communication System) dari Fujifilm yang sedang tren dalam bidang radiologi dan berfungsi sebagai penyimpanan image pasien (archiving), viewer image pasien, 3D Post Processing Image, dan teleradiologi untuk menunjang klinik radiologi dalam melakukan diagnosis dengan alur kerja yang efektif, efisien dan tidak repetitif.

Kepala Instalasi Radiologi di RS PON dr. Melita, Sp.Rad mengatakan dengan adanya AI, dokter-dokter di Indonesia seperti memiliki tambahan rekan kerja baru yang dapat membantu dan mendukung rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada para pasien

PACS Synapse (Picture Archiving & Communication System) dari Fujifilm yang sedang tren dalam bidang radiologi
PACS Synapse (Picture Archiving & Communication System) dari Fujifilm yang sedang tren dalam bidang radiologi

karena dari pengalamannya ketika harus berjibaku dalam waktu cukup lama dalam mendiagnosis dan merawat pasien akibat tidak adanya alat yang dapat mempersingkat proses kerja membantu menegakkan diagnosis pasien stroke kala itu. Inovasi dalam Synapse (PACS) mendukung dokterdan tenaga kesehatan meningkatkan efektivitas dan produktivitas alurkerja sehingga pasien dapat segera ditangani dengan waktu tunggu minimum serta improvement dan akurasi dalam mendiagnosis.

“Akurasi tersebut menjadi faktor yang penting untuk membantu meningkatkan persentase kesembuhan pasien,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Selasa (12/1).

Terlebih, lanjut dia, untuk menangani pasien yang baru terserang stroke, dokter dan tenaga kesehatan lainnya hanya memiliki sedikit waktu yang sering disebut golden time untuk membantu pasien tersebut terhindar dari risiko cacat maupun kematian.

Padahal sesuai standar yang ditetapkan, rumah sakit hanya memiliki waktu maksimal satu jamuntuk melakukan layanan tersebut sehingga jika pasien yang mengalami stroke datang untuk pemeriksaan CT Scan maka pasien tersebut seharusnya dapat melihat hasilnya dalam waktu maksimal 20 menit. Pelayanan yang responsif inilah yang menjadi sasaran mutu di instalasi radiologi di RS PON.

Menurut dr Melita, perubahan paling signifikan yang dirasakan dalam penggunaan PACS Synapse adalah semakin singkatnya alur pemeriksaan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien, seperti hasil dari foto radiologi tidak perlu dicetak dan selanjutnya diberikan ke dokterklinis karena sekarang dapat langsung dibaca secara otomatis masuk ke dalam rekam medis elektronik pasien. Tidak perlu proses konversi format jpeg dan tidak memerlukan proses unggah dan unduh data melalui
email.

Dokter Radiolog kini dapat melakukan 3D Processing di luar rumah sakit terutama dalam kasus CT Angiografi. Jika data gambar yang dibutuhkan dirasa kurang maka dapat menarik data lainnya tanpa perlu melibatkan radiografer di rumah sakit.

“Selain itu, RS PON dalam beberapa bulan ini sudah mencoba Fujifilm AI Chest yang dapat membantu dokter radiolog dalam menegakkan diagnosis
karena dapat menunjukkan kelainan yang ada di tubuh pasien,” tutup dr Melita.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN