Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
RS Siloam. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

RS Siloam. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Siloam TB Simatupang Terapkan Protokoler Keamanan Hilangkan “Covid Phobia”

Indah Handayani, Rabu, 27 Mei 2020 | 20:06 WIB

JAKARTA, investor.id – Selama masa pandemi Covid-19 banyak masyarakat ketakutan berlebihan untuk keluar rumah karena takut ketularan Covid-19, termasuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS). Hal inilah yang disebut dengan Covid phobia. Padahal, hal itu malah berisiko adanya keterlambatan diagnosa penyakit non-covid, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Untuk itu, RS Siloam TB Simatupang menerapkan protokoler keamanan demi memastikan keamanan pasien dan menghilangkan Covid phobia saat ke rumah sakit.

Dokter spesialis paru Siloam Hospitals TB Simatupang dr Henie Widowati SpP mengatakan, guna memutus rantai penularan Covid-19, berbagai imbauan telah dikeluarkan mulai dari pemakaian masker, cuci tangan, hingga pembatasan aktivitas di luar rumah. Imbauan ini mengingat penulaaran virus ini terjadi akibat adanya droplet atau percikan air liur ataupun bersin dari orang yang positif Covid-19. Misalnya saja imbauan bagi mereka yang ingin ke rumah sakit apabila kondisi tidak terlalu darurat.

“Imbauan seperti ini bisa membantu dalam jangka waktu pendek. Namun, jika dalam kondisi terlalu lama ini bisa menjadi bom waktu,” ungkapnya.

Menurut dr Henie, data di Amerika Serikat (AS) menyebutkan terlalu lama masyarakat dalam keadaan lockdown berisiko memicu frustasi yang pada akhirnya bisa membuat Covid Phobia. Hal itu terjadi akibat seseorang akan merasa sangat ketakutan keluar rumah dan tertular Covid-19. Ini pun menjadi alasan para pasien untuk enggan datang ke rumah sakit. Sehingga berisiko adanya keterlambatan diagnosis penyakit non-covid dan membuat angka kematian menjadi lebih tinggi.

“Ini perlu diwaspadai untuk khalayak umum, terutama pada mereka yang memiliki penyakit berat dan kronis, seperti jantung, diabtes, dan lainnya. Jika memang ada gejalanya tetap harus ke rumah sakit. Tentunya dengan jaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan,” jelas dia.

Tidak hanya itu, dr Henie menambahkan, kehawatiran para pasien yang memerlukan obat rutin akan menebus obatnya sembarangan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini membuat mereka kebanyakan menebus obat di toko obat, mengingat apotik memerlukan resep dokter dalam memberikan obat rutin tersebut.

Kekhawatiran yang muncul adalah pertama, tidak ada kepastian obat yang dijual asli atau palsu. Kedua, sebenarnya dengan kontrol rutin dokter ingin memastikan dan menilai perjalanan penyakit apakah bisa dikontrol dengan dosis yang sama. “Hal inilah yang belum disadari oleh pasien itu sendiri yang malah akan membahayakan pasien itu sendiri,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut dr Henie, diperlukan protokoler keamanan yang diterapkan rumah sakit selain untuk pasien non-covid. Demi memberikan kepastian keamanan kepada para pasien sehingga bisa dilayani dengan baik. Menjawab hal ini, Siloam Hospitals TB Simatupang telah menerapkan protokoler keamanan yang diberlakukan bahkan sejak awal pandemi ini terjadi. Mulai pre-hospital, screening, hingga pelayanan saat di rumah sakit. Pre-hospital yang dimaksud adalah pelayanan rumah sakit yang bisa dilakukan di rumah. Salah satunya adalah dengan telemedicine atau telekonsultasi, drive thru, dan layanan home visit.

Lebih lanjut dr Henie memaparkan, hal itu bisa dilakukan untuk kasus yang tidak darurat tapi pasien merasa khawatir sehingga bisa melihat dokter dan berkonsultasi langsung tanpa harus ke rumah sakit. Ini juga bisa dilakukan bagi pasien yang kondisinya tidak membutuhkan obat rutin.

“Pada proses screening sudah dilakukan saat masuk ke rumah sakit dengan melakukan pemeriksaan rapid test. Dengan hasil yang didapat, akan dilakukan pemisahan ruangan atau area antara pasien yang non dengan covid. Di dalam gedung pun kami telah menerapkan berbagai protokoler yang ketat. Salah satunya pembatasan jumlah orang dalam lift,” tegasnya.

Semenatara itu, Hospitals Director Siloam Hospitals TB Simatupang dr Harijanto Solaeman SpP menambahkan, para pasien yang memiliki penyakit kronis dan diharuskan ke rumah sakit tidak perlu khawatir dan takut. Sebab, dengan protokoler keamanan yang diterapkan di Siloam Hospitals TB Simatupang sudah melalukan screening yang berlapis sehinga betul-betul aman saat berada di dalam rumah sakit. Bahkan, lanjut dia, protokoler yang diterapkan di rumah sakit lebih aman dibandinkan di supermarket. “Jadi tidak perlu takut ke rumah sakiit. Ini merupakan cara kami beradaptasi dengan new normal berdamai dengan Covid-19,” tutupnya.


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN