Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tower 5 Wisma Atlet Siap Tampung OTG Covid-19. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Tower 5 Wisma Atlet Siap Tampung OTG Covid-19. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Staysolation Jadi Alternatif Pilihan Isolasi OTG

Senin, 14 September 2020 | 15:01 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Peningkatan jumlah kasus Covid -9 di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Hal ini tentu telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia khususnya warga DKI Jakarta. Bahkan munculnya klaster rumah tangga baru yang dianggap karena adanya ketentuan untuk melakukan isolasi mandiri pada Orang Terkonfirmasi Tanpa Gejala atau OTG.

Ketidakmampuan masyarakat dalam melakukan isolasi mandiri pada OTG secara maksimal, serta kurang disiplin dan pengetahuan dalam melakukan isolasi mandiri ini diduga menjadi pemicu tingginya angka klaster di rumah tangga.

Tak heran apabila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kebijakan baru yaitu pasien-pasien dengan status OTG ataupun gejala ringan harus melakukan isolasi bersama. Mengutip Buku Saku Penyelenggaraan Rumah Isolasi Bersama Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta pada april 2020 yang menyebutkan definisi Rumah Isolasi Bersama adalah suatu fasilitas yang disiapkan LSM/Pihak Swasta / Gugus Tugas / Suku Dinas ataupun Dinas Kesehatan setempat.

Dr Didid Winnetouw MPH, selaku Kepala Divisi Pengembangan PT RS Pelni, mengatakan Rumah Sakit Pelni sebagai rumah sakit BUMN yang telah ditunjuk sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19 di Jakarta telah menyadari pentingnya melakukan isolasi yang tepat dan efektif bagi pasien-pasien dengan status OTG. Sejak Juni lalu, pihaknya telah meluncurkan program layanan baru yaitu program isolasi yang dilakukan pada beberapa Safe House yang telah bekerjasama dengan nama Staysolation.

“Layanan tersebut dibuat sebagai wujud kepedulian kami mendukung Pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19. Staysolation pasien mendapatkan serangkaian layanan yang telah didesain sedemikian rupa oleh Rumah Sakit Pelni bagi kasus-kasus pasien OTG yang tidak bisa melakukan isolasi di rumah namun tidak memiliki indikasi untuk dirawat di rumah sakit,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Senin (14/9).

Menurut dr Didid, Staysolation pasein OTG diwajibkan menjalani prosedur screening terlebih dahulu sebelum dinyatakan dapat diterima menginap di Staysolation. Selama berada dalam Staysolation, pasien mendapatkan layanan berupa paket pengawasan serta pengobatan khusus yang didesain sesuai kebutuhan pasien dari tim dokter dan perawat termasuk layanan pemeriksaan PCR serial yang dibutuhkan pasien. Di samping itu pasien juga mendapatkan layanan paket makan 3 kali sehari beserta paket laundry harian.

“Layanan Telemedicine diberikan bagi pasien yang ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis diluar jadwal yang telah ditetapkan,” paparnya.

Lebih lanjut dr Didid menambahkan dengan mengikuti program Staysolation dengan harga yang terjangkau ini diharapkan program isolasi dapat berjalan dengan lebih efektif, pasien merasa lebih tenang dan nyaman karena berada di dalam pengawasan yang tepat.

Dengan menjalani protokol yang tepat pasien diharapkan dapat menjalani isolasi dalam jangka waktu yang lebih singkat sehingga dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Program Staysolation ini telah berjalan lebih dari tiga bulan. Serta, telah memiliki banyak peminat yang kian hari makin meningkat peminatnya baik dari masyarakat umum maupun dari instansi- instansi di Jakarta.

“Kondisi ini juga menunjukan bahwa tidak sedikit masyarakat dengan kasus OTG merasa kesulitan dalam melakukan isolasi mandiri karena adanya berbagai macam faktor termasuk diantaranya keluarga yang rentan tertular,” tutup dr Didid.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN