Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch, Minggu (2/5).

Webinar Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch, Minggu (2/5).

Tak Semua Latihan Fisik Aman bagi Penderita Hipertensi

Senin, 3 Mei 2021 | 18:25 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Latihan fisik adalah salah satu kunci penting untuk menurunkan tekanan darah. Namun, bagi yang sudah memiliki hipertensi, tidak semua latihan fisik aman bagi hipertensi. Oleh karena itu, ada rambu-rambu tertentu yang harus dipatuhi bagi penderita hipertensi saat melakukan latihan fisik.

Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr Michael Triangto SpKO menjelaskan bahwa berlatih fisik secara rutin dan teratur akan memperkuat jantung, sehingga organ vital ini bisa memompa darah dengan lebih mudah.

“Dengan jantung tidak perlu bekerja keras, tekanan pada pembuluh darah pun turun, sehingga tekanan darah akan lebih rendah, dan kita terhindar dari risiko hipertensi,” ungkapnya di sela webinar 'Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch', Minggu (2/5).

Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr Michael Triangto SpKO
Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr Michael Triangto SpKO

Menurut dr Michael, Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk melakukan latihan fisik rutin dan teratur 5x seminggu, dengan total 150 menit/minggu. Latihan fisik sebaiknya menggabungkan antara latihan kardio, kekuatan dan fleksibilitas. Bagi yang sudah memiliki hipertensi, tentu ada rambu-rambu tertentu untuk melakukan latihan fisik, agar tetap aman.

“Mereka yang menderita hipertensi disarankan untuk melakukan latihan fisik jenis aerobik, dengan intensitas ringan – sedang, misalnya berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang,” ujar dr Michael.

Dr Michael menambahkan melakukan latihan fisik berat justru bisa berbahaya bagi penderita hipertensi. Sebab, tekanan darah dan denyut jantung bisa tidak terkontrol, dan akibatnya bisa fatal.

Untuk itu, penting untuk memonitor tekanan darah, denyut jantung, dan saturasi oksigen selama berolahraga. Tidak hanya dialami oleh orang tua, mereka yang berusia muda dan produktif pun bisa menderita hipertensi.

Sementara itu, penanganan hipertensi tidak mudah, salah satunya karena rendahnya kepatuhan minum obat pasien.

“Sehingga pemantauan tekanan darah memegang peran penting,” tegas dr Michael.

Sementara itu, Product Marketing Samsung Indonesia Leo Hendarto menambahkan saat ini banyak masyarakat yang melakukan olahraga ataupun latihan fisik. Biasanya, mereka pun dilengkapi dengan smartwatch dan menjadikan hal ini sebagai tren beberapa tahun terakhir. Hal ini karena banyak fitur yang ditawarkan untuk menunjang berolahraga. Termasuk Samsung Galaxy Watch3 dan Watch Active2 yang tidak hanya memiliki desain yang trendi dan sporty, tapi juga dilengkapi berbagai fitur canggih.

Sebab, tambah Leo, hadir dengan kemampuan health tracking terbaik di kelasnya, seperti pelacakan denyut nadi, tekanan darah, hingga EKG. Khususnya bagi pengguna Galaxy Watch3, tersedia pula fitur untuk memonitor saturasi oksigen. Memantau kesehatan kini menjadi lebih mudah, di manapun dan kapanpun kita inginkan.

“Tak heran bila smartwatch ini banyak dipakai oleh peminat olahraga, atau mereka yang berkehendak untuk hidup sehat,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Adhiatma Gunawan, selaku Head of Medical Management Good Doctor mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, telemedis kini menjadi kebutuhan penting. Serta, menjadi bagian juga dalam pemantauan para Pasien hipertensi. Sebab, mereka bisa berkonsultasi langsung ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah melalui aplikasi layanan kesehatan terpadu Good Doctor. “Pasien dapat juga berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga untuk mengetahui panduan olahraga yang tepat sesuai kondisi masing-masing, tanpa harus mengantri di klinik atau RS,” tutupnya. (iin)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN