Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siloam Hospitals Group sediakan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab. Foto: Siloam Hospitals

Siloam Hospitals Group sediakan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab. Foto: Siloam Hospitals

Tantangan Industri Rumah Sakit di Masa Pandemi Covid-19

Indah Handayani, Selasa, 30 Juni 2020 | 22:18 WIB

JAKARTA,investor.id – Di masa pandemi Covid-19 melanda dunia, hampir seluruh industri terkena dampaknya. Tak terkecuali industri kesehatan, khususnya rumah sakit. Di sisi lain, industri rumah sakit pun harus menghadapi berbagai tantangan untuk tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan, baik pada penderita Covid-19 maupun pasien umum.

Dalam sebuah survei yang dilakukan MarkPlus pada 110 responden mengungkapkan adanya perubahan perilaku konsumen dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dengan fasiltas atau institusi kesehatan selama pandemi terjadi. Jika sebelum pandemi, setidaknya mengunjungi institusi kesehatan setidaknya satu kali dalam satu tahun sebanyak 31,8%.

Ditambah lagi, sebanyak 61,8% responden Namun, pada masa pandemi, kunjungan ke institusi kesehatan, seperti klinik dan rumah sakit turun drastis. Bahkan, dalam survei terungkap bahwa sebanyak 71,8% memilih untuk tidak mengunjungi fasiltas kesehatan. Bahkan, selama pandemi responden pun memilih untuk menggunakan pelayanan kesehatan digital untuk melakukan konsultasi mereka.

Pakar pemasaran yang juga Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya mengatakan pandemi Covid-19 telah mengguncang dunia. Hasilnya banyak industri yang menderita karena terpukul badai itu, tak terkecuali dengan industri kesehatan, terutama dengan fasiltas kesehatan, yaitu rumah sakit. Tantangan yang dihadapi pun semakin besar di industri ini, terlebih di tahun ini yang penuh ketidakpastian.

Tak pelak ancaman penurunan atau bahkan kerugian pun terbuka lebar. Namun, di balik itu ada pula peluang untuk dapat bertumbuh.

“Hal ini tinggal bagaimana para pelakukanya menjawab tantangan ini. Sehingga sangat penting untuk menerapkan konsep surviving atau bertahan, preparing atau bersiap, dan actualizing atau aktualisasi dari yang telah direncanakan (SPA) di tengah pandemi ini,” ungkapnya di sela webinar Industry RoundTable Surviving The Covid-19, Preparing The Post - Healthcare Services Industry Perspective, Selasa (30/6).

Caroline Riady
Caroline Riady

Caroline Riady, Vice President Director Siloam Hospitals Group, mengatakan tidak bisa dimungkiri pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan baru yang tidak pernah dialami sebelumnya. Meski demikian, setidaknya ada dua tantangan besar yang dihadapi Siloam Hospitals Group pada awal pandemi ini terjadi. Pertama adalah tantangan dalam memberikan pelayanan atau asuhan kepada pasien atau masyarakat. Tantangan ini mencakup kemampuan testing dalam mengindetifikasi  Covid-19, menjaga keamanan dokter dan staf, penanganan pasien positif Covid-19 dan melayani kebutuhan pasien non-Covid akan kesehatan.

“Misalnya saja pada wanita hamil yang akan melahirkan, ataupun pasien diabetes, ataupun paisen kanker yang harus dilayani dan kami harus memastikan keamanan para pasien ini,” jelasnya.  

Tantangan kedua, lanjut Caroline, adalah berkaitan dengan keberlangsungan bisnis. Tak bisa dimungkiri Covid-19 telah membuat berantakan cash flow. Mengingat selama pandemi pendapatan mengalami menurun. Di satu sisi, biaya operasional meningkat dengan adanya standar prosedur baru dalam mengamankan lingkungan rumah sakit, baik bagi karyawan maupun tenaga medis lainnya. Belum lagi, ketidakpastian di masa depan.

“Akhirya kami dihadapi pilihan antara mengirit cash flow atau tetap memenuhi panggilan utnuk tetap melayani pasien dengan cash flow yang tidak menentu.  Akhirnya, kami memutuskan untuk investasi agar dapat turut ambil bagian dalam penanganan Covid-19 di Indonesia dan menjadi garda terdepan,” jelasnya.

Investasi Siloam

Siloam Hospitals Group sediakan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab. Foto: Siloam Hospitals
Siloam Hospitals Group sediakan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab. Foto: Siloam Hospitals

Menurut Caroline, hal pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan investasi  untuk menjadi test center  mendeteksi Covid-19 pada awal Maret dan menjadikan Siloam Hospitals Group sebagai salah satu pusat tes swasta pertama yang menyediakan tes Covid-19.

Itu dilakukan karena pada saat itu Indonesia masih mengalami keterbatasan fasiltas tes, padahal tes merupakan instrumen utama dalam penanganan Covid-19. Tidak hanya sampai di situ, pihaknya pun terus berinvestasi hingga mendatangkan teknologi terbaru dalam tes Covid-19, yaitu tes Serologi. Hingga saat ini, Siloam Hospitals Group tercatat telah melakukan 25.000 tes Swab, 200.000 Rapid Tes, dan tes serelogi sebanyak 58.000. “Itu sangat membantu usaha dalam mengindentifikasi pasien Covid-19,” jelasnya.

Caroline menambahkan hal kedua yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan pusat penanganan pasien Covid-19 dengan menghadirkan 1.000 tempat tidur di 39 rumah sakit Siloam Hospitals Group. Angka itu termasuk dua rumah sakit khusus yang ditunjuk Siloam Hospitals Group, yaitu di Kelapa Dua dan Mampang. Sehingga pihaknya bisa melakukan pemisahan pelayanan antara pasien Covid-19 dengan pasien umum atau non-Covid, baik dari segi ruangan, dokter, tenaga medis lainnya, maupun fasilitasnya.

Alhasil, pelayanan tetap berjalan tanpa adanya potensi penularan di rumah sakit. “Pada pasien yang memiliki riwayat penyakit kronik pun bsia melanjutkan kembali pengobatannya,” paparnya.

Siloam Hospitals Group sediakan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab
Siloam Hospitals Group sediakan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab

Tidak hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga meluncurkan pelayanan telekonsultasi dengan menggandeng partner Aido. Bertujuan untuk memberikan tetap pelayanan pengobatan kepada pasien dengan nyaman dan juga keamanan para dokter dan pasien. Ditambah lagi, hadirnya layanan home care. Mengingat ada beberapa layanan pengobatanan atau medis yang tetap tidak bisa digantikan dan harus dilaksanakan dengan mendatangkan tenaga medis, baik dokter dan perawat, ke rumah pasien.

“Menghadapi new normal, kami juga memberikan pelayanan konsultan kepada institusi yang akan beroperasi kembali dengan baik dan aman sesuai protokol kesehatan. Tercatat beberapa institusi tercatat sudah menjadi partner kami. Inilah yang kami lakukan selama 4 bulan terakhir dalam menjawab tantangan pandemi ini,”  ujarnya.

Sementara itu, Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Adib Khumaidi SpOT mengatakan, penerapan yang telah dilakukan oleh Siloam Hospitals Group seperti yang diceritakan Caroline menggambarkan kondisi yang ideal yang memang diharapkan bagi tenaga medis. Mengingat hal terpenting dalam penanganan Covid-19 adalah kesiapan fasilitas kesehatan. Terlebih, di saat pandemi masyarakat sempat ketakutan untuk berobat ke fasilitas kesehatan mengingat adanya potensi penularan atau cross infection di fasilitas kesehatan, terutama di rumah sakit.

“Sehingga clustering atau pemisahan area sangat diperlukan dalam mengadapi kasus pandemi seperti ini,” tutupnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN