Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo saat kunjungan media secara virtual di BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Selasa (16/2/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kepala Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo saat kunjungan media secara virtual di BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Selasa (16/2/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tekan Stunting, BKKBN Kerahkan 1,2 Juta Kader Desa  

Jumat, 19 Februari 2021 | 20:58 WIB
Fatima Bona

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan, pemerintah sangat serius melakukan upaya percepatan penanganan stunting.  Agar pelaksanaan penanggulangan stunting efektif dan tepat sasaran, BKKBN akan mengerahkan sebanyak 1,2 juta kader desa di lapangan.

”BKKBN kan punya perangkat di daerah, kita punya perwakilan di seluruh provinsi. Hampir 23.600 penyuluh di lapangan, dan 1,2 juta kader di desa. Kita akan kerahkan itu semua,” kata Hasto dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Jumat (19/2/2021).

Hasto menyebutkan, untuk melakukan penurunan stunting di lapangan, pihaknya akan membuat Rencana Aksi Nasional (RAN).  Kata Hasto, para kader di desa-desa dan penyuluh itu selama ini sudah sering melakukan pendampingan kepada keluarga akseptor keluarga berencana (KB). ”Mereka sering datang untuk sosialisasi dan advokasi supaya masyarakat mau menggunakan alat kontrasepsi,” katanya.

Selain itu, Hasto juga menyebutkan, pihaknya juga menggandeng berbagai pihak seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. ”Kita juga akan kerahkan mahasiswa menjadi pendamping dan mendata stunting. Saya juga gandeng swasta, BUMN, BUMD. Kami harus lebih banyak menggandeng swasta,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk BKKBN sebagai leading sector percepatan penanganan stunting. Mengacu pada hasil riset Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI) Kementerian Kesehatan pada 2019, terdapat lima  juta bayi lahir di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah itu, sebanyak 27,6% di antaranya dalam kondisi stunting.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN