Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pasien diabetes harus lebih waspada dan disiplin dalam menjaga kadar gula darah selama pandemi. Foto ilustrasi: IST

Pasien diabetes harus lebih waspada dan disiplin dalam menjaga kadar gula darah selama pandemi. Foto ilustrasi: IST

Tiga Alasan Penyandang Diabetes Perlu Divaksin

Senin, 22 Februari 2021 | 14:28 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Penyandang diabetes yang terinfeksi Covid-19 mencapai 35% dari jumlah pasien Covid-19 yang ada di Indonesia. Tingginya pasien diabetes yang terinfeksi virus Covid-19, menjadi salah satu dari tiga alasan penyandang diabetes perlu divaksin.

Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Metabolik Endokrin dari RS Cipto Mangunkusumo, sekaligus Sekjen Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) mengungkapkan, ada tiga alasan mengapa penyandang diabetes perlu mendapatkan vaksin Covid-19. Pertama, pasien diabetes merupakan kelompok yang rentan terinfeksi Covid-19 karena mengalami penurunan sistem imun. Kedua, karena mereka mudah mengalami berbagai macam infeksi yang dapat memperparah kondisi penyakit diabetes.

“Sedangkan alasan ketiga adalah vaksin dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pasien diabetes melitus dengan Covid-19,” ungkap dr Em Yunir di sela webinar Teman Diabtes, belum lama ini.

Karena itu, lanjut dr Em Yunir, para dokter Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan penyandang diabetes yang dapat menerima vaksin Covid-19 adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan HbA1c <7,5%. Sebelum mendapatkan vaksin Covid-19, penyandang diabetes harus mempersiapkan diri. Penyandang diabetes menurut Em Yunir, harus mengetahui kondisi diabetes yang dideritanya, apakah dalam kondisi akut atau terkontrol dengan obat-obatan.

Menurutnya, dalam pendaftaran vaksin biasanya sudah ada rekam medis secara otomatis. Sehingga jika penyandang diabetes akan divaksin di puskesmas atau rumah sakit, akan dicek lagi gula darahnya. Kalau gula darah tinggi, biasanya 300-400 mg/dl biasanya proses vaksin akan ditunda. Tetapi jika gula darah terkontrol misalnya 150-200 mg/dl dan itu diupayakan dengan obat-obatan pengendali gula darah, bisa mendapatkan vaksin Covid-19. “Selain itu, apabila ada gejala lain seperti demam atau diare, penyandang diabetes juga tidak boleh mendapatkan vaksin,” terang dr Em Yunir.

Lebih lanjut, dr Em Yunir menjelaskan, pentingnya penyandang diabetes memperhatikan kondisi gula darah sebelum divaksin, dikarenakan kondisi gula darah sangat memengaruhi respons imun. Semakin baik hasil gula darahnya, maka respons imun penyandang diabetes akan lebih baik dibandingkan diabetesi yang gula darahnya tidak terkontrol. Kontrol diabetes melitus yang buruk, di mana kadar gula darah tidak terkontrol atau penggunaan insulin dalam jangka waktu lama, dapat memengaruhi penurunan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi.

Sementara itu, Product Manager Aplikasi Teman Diabetes PT Global Urban Esensial Fredi Indra Jaya Daeli mengatakan, pihaknya melalui aplikasi Teman Diabetes membantu mengontrol gula darah penyandang diabetes. “Melalui aplikasi Teman Diabetes, diabetesi dapat memantau gula darah secara mandiri, di mana pasien dapat melakukan input data gula darah harian, data makanan, dan obat yang dikonsumsi ke dalam aplikasi Teman Diabetes untuk kemudian didiskusikan dengan dokter dari pasien masing-masing,” tutupnya.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN