Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokter atau tenaga kesehatan. Foto ilustrasi: ist

Dokter atau tenaga kesehatan. Foto ilustrasi: ist

Tren Wanita Lakukan Peremajaan Organ Intim Meningkat

Indah Handayani, Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:34 WIB

JAKARTA, investor.id – Organ intim wanita mengalami perubahan bentuk dan fungsi akibat proses kehamilan, melahirkan, perubahan berat badan, gaya hidup, hormon, dan menopause. Tak heran apabila belakangan banyak yang tertarik untuk melakukan peremajaan organ intim wanita. Bahkan hal ini menjadi sebuah tren di kalangan kaum hawa. Buktinya kurun waktu 7 tahun belakangan ini, jumlah peminat yang melakukan peremajaan mengalami peningkatan hingga 300%.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah dr Ni Komang Yeni Dhana Sari SpOG mengatakan, di dunia tren peremajaan organ intim kewanitaan telah mengalami perkembangan yang luar biasa, termasuk di Indonesia.

Peremajaan organ intim dilakukan bukan semata untuk meningkatkan gairah pada wanita, tetapi juga memberikan percaya diri dan kualitas hidup yang baik kepada para wanita.

“Di tempat saya praktik, hampir setiap hari ada yang melakukan peremajaan organ intim wanita, Jika ditotal dalam satu tahun bisa mencapai 200-300 pasien yang melakukan peremajaan organ intin wanita. Rata-rata usia mereka yang melakukanya adalah yang berusia 35 tahun ke atas,” ungkap dr Yeni di sela media gathering di Jakarta, Rabu (14/8).

Menurut dr Yeni, peremajaan organ intim wanita tidak hanya meliputi area internal saja, tapi juga area ekternal. Peremajaan ini sangat penting dilakukan untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang akibat banyak hal yang terjadi pada area organ intim, baik arena trauma fisik dan psikis wanita.

“Yang paling banyak terjadi adalah hilangnya sensasi sensual, baik selama kehamilan maupun setelah melahirkan atau akibat radiasi pada penderita kanker,” paparnya.

Dr Yeni menambahkan pasca terapi tersebut, banyak wanita yang merasa telah megalami perubahan ke arah baik, terutama dalam hal meningkatnya kualitas orgasme dan mampu kembali merasakan sensasi seksual yang sebelumnya hilang. Meningkatnya rasa nyaman ini turut meningkatkan rasa percaya diri sehingga meningkatkan kualitas hidup seorang wanita.

Ia menegaskan wanita sangat memerlukan peremajaan organ intim wanita. Karena pada usia 40 tahun hormon estrogen pada tubuh mengalami penurunan yang drastis, sebanyak 30% wanita mengalami penurunan, sebanyak 43% wanita mengalami disfungsi seksual.

“Ditambah lagi sebanyak 40% ibu baru akan mengalami kebocoran kantung kemih sehingga sering mengalami buang air kecil yang tidak tertahankan. Dengan peremajaan organ wanita hal ini akan membaik dan teratasi,” tutupnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN