Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wadah makanan BPA free perlu dicantumkan dalam kemasan

Wadah makanan BPA free perlu dicantumkan dalam kemasan

Wadah Makanan dan Minuman Diminta Cantumkan Informasi Bebas BPA

Senin, 11 Januari 2021 | 14:32 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Sejumlah pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk menghindari untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang ditempatkan dalam wadah yang mengandung BPA (bisphenol A).

Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Natalya Kurniawati mengatakan, kemasan makanan dan minuman yang mengandung BPA berbahaya, jika isinya dikonsumsi setiap hari dalam jangka waktu lama. Kementerian Kesehatan dan BPOM juga sudah lama menyebutkan bahwa wadah makanan dan minuman yang mengandung BPA atau bisphenol A ini berbahaya, apalagi kemasan produk tersebut dipakai berulang-ulang.

“Kita tidak mendukung penggunaan produk–produk kemasan makanan maupun minuman yang mengandung bisphenol A. Misalnya, jenis- jenis plastik daur ulang atau bahan plastik di situ ada simbol–simbol dari mulai angka 1 sampai angka 7. Nah, yang angka 1 ini digunakan untuk produk – produk kemasan yang sekali pakai. Dan di sini yang harus dilihat nomor (3) nomor (6) dan nomor (7) itu berbahaya bagi kesehatan,” ungkapnya saat dilakukan wawancara di Jakarta, baru – baru ini.

Natalya mengungkapkan, wadah plastik tersebut memang tidak diperuntukkan bersentuhan dengan makanan atau minuman, seperti steroform, plastik untuk campuran pipa pvc, dan lain sebagainya. Sedangkan produk-produk kemasan, seperti lunch box atau kotak makanan, berkode polypropylene bisa menjadi pilihan paling aman. “Produk wadah makanan dan minuman yang BPA free, bisa dipakai ulang, dan tahan terhadap suhu tinggi yang bisa dipakai konsumen” terangnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (AJPKL) Roso Daras mengatakan, konsusmen harus mendapat informasi yang cukup terkait kemasan sebuah produk manakan dan minuman. "Tapi juga kemasan itu terbuat dari bahan apa? Jika mengandung BPA katakan bahwa plastik kemasan itu mengandung BPA. Informasi ini harus sampai kepada konsumen. Produsen tidak boleh menutupi ini,” ungkapnya, akhir pekan lalu.

Pencantuman kandungan BPA atau BPA Free bagi kemasan makanan dan minuman bertujuan agar konsumen tahu dan lebih berhati–hati dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Hal ini juga termuat dalam peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 20 Tahun 2019 di halaman 120 dalam kolom artikel, Persyaratan monomer bisfenol A (BPA) batas maksimal (bpj) adalah 0,6. Tentu saja ini kalau dikonsumsi oleh orang dewasa.

Sedangkan makanan atau minuman dikonsumsi bayi, balita, dan ibu hamil, wadah makan dan minuman yang mengandung bisphenol A tidak bisa ditolerir. Kemasan makanan dan minuman itu harus memiliki prinsip keadilan.

Semua konsumen harus diperlakukan secara adil dan mempunyai informasi yang memadai. Harus mengingat juga bahwa produk makanan atau minuman itu juga akan dikonsumsi oleh bayi, balita dan ibu hamil.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN