Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Potensi Omzet Industri Jamu Rp 20 Triliun

Jumat, 29 Mei 2015 | 14:37 WIB
ah

JAKARTA – Potensi omzet industri jamu dan obat tradisional nasional mencapai Rp 20 triliun per tahun. Namun, realisasinya baru mencapai Rp 12 triliun per tahun.


Sejalan dengan itu, industri jamu dan obat tradisional nasional dituntut untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat pemasaran. Apalagi, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) bakal berlaku akhir tahun ini.


“Produk jamu sebagai aset bangsa sudah pasti harus siap menghadapi MEA dan harus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing dengan produk sejenis dari luar negeri,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Dwi Ranny Pertiwi di Jakarta, belum lama ini.


Ranny yang juga presdir PT Vermindo Internasional terpilih menjadi ketua umum GP Jamu periode 2015-2019 dalam Munas VII, Senin (26/5)-Selasa (27/5), menggantikan Charles Saerang yang menjabat posisi ini selama tiga periode. Charles Saerang kini menjadi ketua dewan pembina GP Jamu.


Dia menjelaskan, GP Jamu dalam empat tahun ke depan akan lebih fokus untuk memperkuat organisasi dengan memberikan layanan yang lebih baik kepada anggota, mempererat kerja sama dengan semua stakeholder, yakni kalangan swasta, pemerintah, akademisi, petani, media massa, dan lembaga swadaya masyarakat.


Selain itu, pengurus akan mempromosikan dan memposisikan jamu sebagai aset bangsa terlebih menjelang MEA. “Guna memperkuat produk dan memberikan layanan kepada anggota, ke depan, kami akan memberikan tanda produk yang menjadi anggota GP Jamu. Ini sekaligus untuk mengatasi beredarnya produk jamu ilegal,” tegas Ranny.


Dia menambahkan GP Jamu juga akan mempererat kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan kementerian terkait lainnya guna memaksimalkan potensi penjualan produk jamu lokal. (ac)


Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN