Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

RI Harus Antisipasi Proteksionisme Trump

Senin, 29 Januari 2018 | 12:38 WIB
Oleh Nurjoni dan Tri Murti

JAKARTA – Pemerintah Indonesia diminta mengantisipasi kebijakan proteksionis yang diusung pemerintahan Presiden Donald Trump melalui lobi-lobi dan meningkatkan kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat (AS). Lobi-lobi di tingkat pemerintahan (G to G) akan makin memudahkan produk-produk Indonesia masuk pasar Negeri Paman Sam. Sedangkan kerja sama bilateral akan lebih efektif bagi Indonesia dibandingkan melalui forum multilateral yang melibatkan banyak negara.

Demikian rangkuman pandangan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W Kamdani, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy, pengamat ekonomi Eric A Sugandi, ekonom UI Lana Soelistianingsih, dan peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam pidato khusus pada hari terakhir World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos, Swiss, Jumat (26/1), Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak akan lagi menutup mata terhadap praktik-praktik perekonomian yang tidak adil, termasuk pencurian besar-besaran hak kekayaan intelektual, subsidi-subsidi industri, dan perencanaan ekonomi yang didominasi oleh negara.

Trump menegaskan, praktik-praktik ekonomi yang memangsa pihak lain telah mendistorsi pasar. “Kita tidak bisa memiliki perdagangan yang bebas dan terbuka jika sejumlah negara mengeksploitasinya hingga merugikan yang lainnya. Kami mendukung perdagangan bebas tapi harus adil dan harus resiprokal, karena pada akhirnya perdagangan yang tidak adil melemahkan semuanya,” papar Trump.

Trump juga menegaskan, agenda kebijakannya yang bermantra America First tidak hanya untuk kepentingan bangsa dan negaranya sendiri. AS terbuka bagi bisnis maupun investasi dari negara lain. Bila perekonomian negara adidaya ini tumbuh, ekonomi dunia pun akan tumbuh. (bersambung)



Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/proteksionisme-tidak-akan-lama/171273

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN