Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kampus UPH

Kampus UPH

UPH Kenalkan Konsep Industri Hijau ke Mahasiswa

Kamis, 4 April 2019 | 18:10 WIB
AC (redaksi@investor.id)

JAKARTA – Kemajuan industri tidak serta merta berdampak positif. Polusi dan pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber daya alam sebagai akibat dari proses industri perlu disikapi dengan bijaksana, baik melalui gaya hidup maupun dengan penerapan ilmu pengetahuan. Karena itu, dunia pendidikan perlu ambil bagian dalam mengantisipasi dampak tersebut.

Salah satu konsep yang terus dikembangkan dalam menyikapi dampak industri adalah industri hijau atau green industry. Untuk menambah wawasan mahasiswa terhadap limbah industri dan penanggulangannya, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pelita Harapan industri, mengadakan seminar bertajuk Green Industry dengan menghadirkan praktisi industri yang sudah menerapkan konsep peduli lingkungan di kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, 26 Maret 2019.

Seminar ini menghadirkan dua pembicara, yakni General Manager Electronic Waste Management Division PT Teknotama Lingkungan Internusa Obaja U. Santoso dan QEHS Management Representative Teknotama Tjatur Prasetijono. Seminar ini membahas mengenai Green Industry dan pengelolaan limbah Electronic Wasted (e-wasted) juga sampah plastik.

Tjatur mengungkapkan, sampah yang dihasilkan masyarakat sesungguh tidak selalu menjadi masalah, bila menerapkan green industry atau industri yang ramah dan peduli akan lingkungan, membantu dalam pencegahan pencemaran, dan industri yang mengelola dan memanfaatkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Obaja menambahkan, beragam jenis sampah atau limbah pastinya ambil andil dalam pencemaran lingkungan. Secara khusus dalam paparannya,

Obaja menjelaskan adanya electronic wasted (e-wasted) yang memerlukan proses pengolalaan yang benar. “Mengurangi sampah e-wasted itu agak sulit. Karena cepat atau lambat, banyak barang elektronik yang lama kita simpan akhirnya dibuang dan jadi sampah. Jadi sekarang masalahnya bukan mengurangi, namun bagaimana sikap dan cara kita pintar dalam mengolahnya. Apabila kita mengelolanya dengan benar, pasti lingkungan juga tidak akan terganggu,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (3/4).

Obaja menjelaskan, salah satu hasil dari bentuk pemanfaatan kembali dari pengolahan e-wasted, misalnya pengelolaan sampah berbahan logam.

Menurut dia, logam-logam yang merupakan komoditas dapat dimanfaatkan dan dibentuk secara batangan, atau dalam bentuk copper anode, atau dijadikan bahan bakar alternatif, dan bisa juga ke dalam bentuk kerajinan tembaga seperti poci, teko, dan berbagai alat rumah tangga lain.

Selain e-wasted, dalam seminar ini, peserta diajak untuk kembali menyadari bahwa sampah plastik ternyata masih menjadi permasalahan pencemaran lingkungan yang tidak ada habisnya.

Technical Advisor PT Intera Lestari Polimer, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan masterbatch & polymer compound dan pencetus tas organok Enviplast, Asmuwahyu Saptorahardjo mengatakan, plastik memiliki sifat yang tidak mudah teruraikan, sehingga ketika tidak memiliki waktu untuk didaur ulang akhirnya menjadi masalah akumulasi sampah.

Ini membuat Enviplast fokus membuat kantong kemasan ramah lingkungan, yaitu kantong plastik yang terbuat dari singkong, jagung, dan bahan organik lainnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com