Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali . Foto ilustrasi: IST

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali . Foto ilustrasi: IST

Kebijakan Karantina Wisman Sebaiknya Gunakan Pendekatan Zona Risiko

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:09 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id – Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah mengusulkan agar waktu karantina bagi pelaku perjalanan internasional atau wisatawan mancanegara (wisman) dijalankan berdasarkan pendekatan zonasi risiko. Untuk wisman yang datang dari negara dengan kasus Covid-19 yang tinggi, waktu karantina bisa lebih lama. Sedangkan untuk yang datang dari negara dengan kasus Covid-19 yang terkendali, waktu karantina bisa lebih singkat.

Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya rencana pembukaan penerbangan internasional ke Bandara Ngurah Rai, Bali mulai 14 Oktober 2021. Salah satu kebijakannya adalah mewajibkan seluruh penumpang perjalanan internasional melakukan karantina selama 5 hari dari sebelumnya 8 hari.

“Saya usulkan berdasarkan zona risiko, mulai dari 3 hari sampai 8 hari. Katakanlah untuk kategori negara yang memang tinggi kasus Covid-19, itu memang harus karantina 8 hari. Kita ambil contoh di beberapa negara di Eropa, itu juga sampai 10 hari. Tapi mereka juga memberlakukan klasifikasi. Jadi untuk yang risiko sedang, itu misalnya cukup 5 hari, dan yang zonasi rendah boleh 3 hari,” kata Budijanto Ardiansjah kepada Beritasatu.com, Minggu (10/10/2021).

Budijanto berharap kebijakan pembukaan pintu masuk untuk wisman ini bisa semakin menggerakkan sektor pariwisata. Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan agar pembukaan ini tidak membuat masyarakat dan pelaku usaha pariwisata menjadi euphoria, sehingga melupakan pentingnya protokol kesehatan (prokes).

“Tentunya kami menyambut baik pembukaan Bandara Ngurah Rai sebagai pintu masuk wisman. Tapi kita semuanya harus ingat, prokes jangan sampai dilupakan. Wisman yang masuk harus memenuhi persyaratan seperti dua kali vaksin, masuk dengan hasil tes PCR negatif, melakukan karantina, kemudian selama di Indonesia mengikuti prokes yang kita tetapkan dengan baik. Jadi tidak boleh ada kelonggaran, harus sama-sama disiplin supaya pariwisata bisa kembali jalan, masalah Covid-19 juga bisa dikendalikan,” kata Budijanto.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN