Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kemendag lewat program Aku Siap Ekspor mendorong ekspor produk dekorasi rumah dan furniture kecil.

Kemendag lewat program Aku Siap Ekspor mendorong ekspor produk dekorasi rumah dan furniture kecil.

KERJA SAMA DENGAN 5 K/L

Lewat Program Aku Siap Ekspor, Kemendag Dorong Ekspor Produk Dekorasi Rumah & Furnitur Kecil

Senin, 11 Oktober 2021 | 21:52 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id   – Kementerian Perdagangan (Kemendag) lewat program Akselerasi Usaha Kecil dan Menengah/Industri Kecil dan Industri Menengah Siap Ekspor, atau disingkat ‘Aku Siap Ekspor’ mendorong ekspor produk dekorasi rumah dan furniture kecil.

Upaya akselerasi ekspor  untuk produk dekorasi rumah dan furnitur kecil tersebut dilakukan bekerja sama dengan lima kementerian/lembaga (K/L) yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), dan Business and Export Development Organization (BEDO).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Didi Sumedi menyatakan optimistis akan program kerja sama ‘Aku Siap Ekspor’ yang telah ditandatangani secara virtual, Jumat (8/10) tersebut.

“Melalui kerja sama ini, Kemendag bersama instansi lainnya bersinergi memfasilitasi para pelaku usaha produk dekorasi rumah dan furnitur kecil Indonesia melalui pembinaan intensif agar dapat masuk ke pasar Amerika Serikat, Kanada, Australia, Afrika Selatan, dan pasar-pasar internasional lainnya,” ujar Didi saat memberi sambutan secara virtual dalam acara tersebut.

Penandatanganan kerja sama dilakukan serentak secara virtual oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Didi Sumedi; Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Dody Widodo; Deputi Bidang Pemasaran Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya; Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Gati Wibawaningsih; Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur; dan Ketua Yayasan Business and Export Development (BEDO) Jeff Kristianto.

Penandatanganan ini merupakan kegiatan puncak dari rangkaian lokakarya luring bertema “Product Development and Trade Fair Participation” yang diadakan di tujuh kota di Indonesia yaitu Tangerang, Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Bogor.

Didi menjelaskan, program ‘Aku Siap Ekspor’ ditujukan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM) untuk membantu menyusun rencana pemasaran yang mempertimbangkan target pasar, sehingga pelaku usaha mendapatkan pembeli mancanegara.

“Program ini didesain khusus bagi perusahaan yang masih di fase awal dalam persiapan ekspor,” tambah Didi.

Menurut dia, sebagai salah satu sektor penyumbang peningkatan ekonomi yang besar di Indonesia, produk dekorasi rumah dan furnitur memiliki peran yang sangat penting bagi Indonesia.

“Oleh sebab itu, kami memandang perlunya peningkatan daya saing ekspor produk tersebut, tandas Didi.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo menyampaikan apresiasi kepada segenap pihak yang terlibat sehingga program ‘Aku Siap Ekspor’ dapat terlaksana.

“Kami ucapkan selamat juga kepada 114 pelaku usaha yang terpilih dalam program ‘Aku Siap Ekspor’, kami harapkan seluruh peserta berkomitmen terhadap program ini sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ungkap Dody. 

Senada dengan Dody, Sekjen Dekranas Gati Wibawaningsih juga menyampaikan harapan agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan program ‘Aku Siap Ekspor’ sebaik-baiknya untuk meningkatkan perekonomian para pelaku UKM sendiri dan membawa manfaat bagi sekitarnya. “Program ini adalah program yang baik yang bisa dimanfaatkan oleh peserta untuk menggali pengetahuan dalam mempersiapkan diri memasuki pasar global. Silakan dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Gati.  

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Nia Niscaya memaparkan bahwa produk dekorasi rumah termasuk dalam subsektor ekonomi kreatif yaitu subsektor kriya, yang  kontribusinya paling besar bersama dengan subsektor kuliner dalam perekonomian.

Nia mengharapkan kolaborasi dan sinergi antarakementerian/lembaga ini bisa memberi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk bergotong-royong mendukung peningkatan perekonomian melalui program-program bersama.

“Indonesia sangat terkenal di mancanegara untuk produk dengan craftsmanship tinggi yang bersumber dari budaya Indonesia yang turun-temurun. Peningkatan ekspor dari subsektor kriya tentu saja akan sekaligus meningkatkan promosi budaya Indonesia budaya,” kata Nia.

Adapun Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan berharap pengetahuan yang didapat UKM peserta dari program ini akan bermanfaat melipatgandakan kinerja ekspor para UKM.

“Diharapkan dengan adanya program ‘Aku Siap Ekspor’ ini, pelaku usaha dekorasi rumah dan furnitur kecil Indonesia dapat memperoleh pengetahuan untuk dapat mengekspor produknya ke pasar internasional dari para tenaga ahli yang terlibat dan meningkatkan omzet sebanyak tiga kali lipat,” tandas Marolop.

Pembinaan ‘Aku Siap Ekspor’

Program ‘Aku Siap Ekspor’ merupakan program pembinaan ekspor UKM dan IKM agar dapat menyusun rencana pemasaran ekspor sesuai target pasar, sehingga bisa mendapat pembeli mancanegara baik saat pameran maupun riset secara daring.

Program ini telah dilaksanakan sejak Juni 2021, dimulai dengan sosialisasi kepada pelaku usaha dekorasi rumah dan furnitur kecil di seluruh Indonesia. Hasilnya, sebanyak 114 peserta program terseleksi akan dibimbing secara langsung oleh pelatih dan mentor berpengalaman di industri dekorasi rumah dan furnitur kecil yang merupakan anggota Dekranas, HIMKI, dan BEDO.

Titik berat program ini adalah fase persiapan ekspor. Fase tersebut meliputi penguatan internal organisasi UKM, pendampingan penyusunan strategi dan rencana ekspor, praktik bisnis dan negosiasi, serta materi-materi pendukung lainnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN