Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kunjungan Komisi VII ke Barata Indonesia di Gresik, Senin (11/10/2021). Foto: Istimewa

Kunjungan Komisi VII ke Barata Indonesia di Gresik, Senin (11/10/2021). Foto: Istimewa

DPR Dukung Barata Indonesia Tingkatkan TKDN pada Proyek Strategis Nasional

Selasa, 12 Oktober 2021 | 23:38 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

GRESIK, investor.id - Komisi VII DPR RI mendukung PT Barata Indonesia untuk meningkatkan kandungan lokal atau local content pada proyek strategis nasional.

Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengatakan bahwa pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dapat memacu produktivitas dan daya saing industri nasional di tengah kondisi pemulihan ekonomi pasca pandemi. Selain itu,  juga sudah sewajibnya perusahaan industri nasional mengambil peran yang sentral dalam proyek pembangunan tanah air.

Oleh karena itu, Komisi VII DPR mendukung penuh peningkatan TKDN dalam proyek strategis nasional sebagai upaya substitusi produk impor dan membangun kemandirian industri.

"Kami pun mendukung Barata Indonesia dalam perannya sebagai BUMN manufaktur untuk meningkatkan local content dari segi apapun, baik itu raw material produk, supply chain, maupun SDM-nya," kata Dyah di sela kunjungan Komis VII ke Barata Indonesia di Gresik, Senin (11/10/2021).

Sebagai tindak lanjut dari dukungan tersebut, kata Dyah, Komisi VII pun mengajak Barata Indonesia untuk beraudiensi melalui forum rapat dengar pendapat (RDP).

“Dari RDP ini diharapkan dapat memberikan dukungan dari segi regulasi terhadap peningkatan TKDN bagi kemajuan industri manufaktur di Indonesia,” imbuhnya.

Anggota Komisi VII DPR RI H.M. Ridwan Hisjam menyatakan bahwa industri manufaktur tanah air saat ini masih didominasi oleh industri impor, dengan TKDN yang sangat minim. Hal ini cukup memprihatinkan bagi industri manufaktur tanah air yang memiliki kompetensi dan kemampuan yang tidak kalah bersaing dengan produk buatan luar negeri.

Ia mencontohkan produk Barata Indonesia seperti bogie dan komponen turbin yang telah terbukti mampu menembus pasar global dengan kualitas produk yang bahkan telah disertifikasi oleh lembaga internasional.

"Jadi sekarang tinggal bagaimana keberpihakan pemerintah terhadap industri ini. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian seluruh pihak sehingga Barata Indonesia bisa menjadi pioner kembali bagi penyediaaan sarana prasarana pembangunan nasional dan industri manufaktur nasional," terang Ridwan.

Selain peningkatan TKDN industri tanah air, menurut dia, Komisi VII DPR RI juga mendorong penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan sesuai dengan Rancangan Undang Undang EBT (Energi Baru Terbarukan). Komisi VII DPR RI mendorong proyek-proyek EBT dalam negeri lebih kompetitif dan berdaya saing sebagai solusi energi masa depan.

Barata Indonesia sebagai BUMN manufaktur yang juga memiliki pengalaman dalam penyediaan teknologi mendukung proyek PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihdro), perlu dukungan dari pemerintah agar dapat membuat produk-produk EBT dalam negeri lebih bersaing.

Keberpihakan pemerintah dari regulasi dan kebijakan menjadi hal yang krusial bagi kemajuan industri manufaktur saat ini. Pasalnya sektor industri ini akan banyak menyerap tenaga kerja siap pakai, mampu mengundang investor, serta bekontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Langkah Barata dalam bisnis EBT dapat memperkuat portofolio perseroan di industri energi,” tandas Ridwan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pemasaran Barata Indonesia, Sulistyo Handoko, turut mengapresiasi kunjungan dan dukungan Komisi VII DRP RI pada upaya peningkatan local content.

“Kami berharap pertemuan ini dapat memberikan kebaikan bagi kebangkitan industri manufaktur tanah air,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN