Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Partner GK-Plug and Play Wesley Harjono. (ist)

Managing Partner GK-Plug and Play Wesley Harjono. (ist)

Ini 10 Tanda Perusahaan Butuh Inovasi Teknologi Digital

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:23 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - GK-Plug and Play mengidentifikasi 10 tanda perusahaan yang membutuhkan inovasi teknologi digital. Padahal, di era modern, inovasi adalah salah satu elemen kunci yang terus menjadi penentu mendasar.

Pertama, pemasukan menurun. Sebagai pemain kuat di pasar yang telah menyediakan produk dan layanan bertahun-tahun tidak menjamin masa depan perusahaan. Tentunya, tantangan eksternal selalu ada, baik itu berupa kompetitor ataupun isu lainnya. Jika perusahaan mengalami penurunan penjualan dan alasannya tidak diketahui, inovasi dapat menjadi salah satu jalan keluar yang patut dipertimbangkan. Kedua, kompetitor terus mencetak prestasi. Ketiga, strategi pemasaran sudah ketinggalan zaman.

Keempat, teknologi sudah kedaluwarsa. Kelima, pendapatan perusahaan stagnan. Keenam, ide cemerlang bentrok dengan kekakuan perusahaan. Ketujuh, berpola pikir “Inovasi Datang dari Atas”. Kedelapan, aspirasi karyawan tidak diindahkan. Kesembilan, perusahaan memiliki tingkat turnover yang luar biasa tinggi. Kesepuluh, tidak memiliki sosok pemimpin yang terus dorong inovasi.

Managing Partner GK-Plug and Play Wesley Harjono menerangkan, perusahaan yang lambat dalam berinovasi akan tidak berkembang, kurang kompetitif, mudah kalah dalam persaingan pasar, hingga pada titik ekstrem yaitu tidak relevan lagi di pasar. Dengan ide yang lebih baru dan segar, perusahaan baru bisa jadi ancaman tersendiri bagi perusahaan yang telah lama berdiri.

Apalagi, dia menuturkan, jika perusahaan lama tersebut tak banyak melakukan inovasi baru dan hanya berkutat pada produk dan cara-cara lama. Oleh sebab itu, inovasi merupakan hal yang harus dilakukan agar bisnis tetap berjalan maksimal. “Dengan berinovasi, perusahaan secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas produk dan kinerja pekerja. Namun, challenge terbesar adalah kemampuan untuk bisa mengenali saat perusahaan membutuhkan sebuah inovasi atau, lebih parahnya, sudah kehilangan semangat berinovasi,” ujar Wesley Harjono, Rabu (13/10/2021).

Menurut Wesley, benang merah dari perusahaan-perusahaan yang berinovasi dengan tepat adalah adanya budaya kerja yang innovation minded, sehingga manajemen berpedoman pada pola pikir evidence-based solutions untuk memecahkan isu yang tengah dihadapi.

“Di GK - Plug And Play, salah satu signature service kami adalah corporate innovation. Kami memiliki pengalaman 15 tahun lebih dan jangkauan global di 28 negara. Peran kami di sini adalah menjadi mitra atau pendamping setia bagi perusahaan dalam setiap langkah mereka dalam perjalanan menuju inovasi yang berpangku pada insight yang berkesinambungan, sehingga layanan kami tidak hanya menjadi value added, tetapi juga dapat menjadi sebuah jawaban yang efektif bagi isu yang tengah dihadapi oleh korporasi di Indonesia,” tegas Wesley.

Salah satu manifestasi dari corporate innovation, kata dia, pendampingan kami dalam melalui grunt work dalam menentukan perusahaan startup untuk menjadi mitra perusahaan dalam memecahkan tantangan yang tengah dihadapi dan/atau mencapai sebuah business objective perusahaan. “Itulah salah satu peran penting dari Expo Day yang telah menjadi program signature dari GK-Plug And Play,” lanjut Wesley.

GK-Plug And Play segera menyelenggarakan Expo Day 9.0 pada Oktober 2021. Expo Day kesembilan kali ini lebih spesial karena, terdiri atas dua sesi berbeda, yaitu sesi Fintech Program dan sesi General Program yang akan menyoroti hampir 20 perusahaan startup terpilih yang memiliki kapabilitas inovatif dan ketangguhan fokus selama mengikuti program akselerator.

“Sesi Fintech dirancang secara khusus untuk meluncurkan Financial Services sebagai vertikal terbaru dari GK - Plug and Play dan makin melengkapi jajaran vertikal pokok menjadi Industry 4.0, Sustainability, dan Fintech, sehingga semakin mendorong upaya akselerasi dalam berinovasi bagi korporasi di Tanah Air,” kata dia.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN