Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga mengantre membeli minyak goreng saat berlangsungnya operasi pasar minyak goreng di Mapolsek Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2022). Foto:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Warga mengantre membeli minyak goreng saat berlangsungnya operasi pasar minyak goreng di Mapolsek Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kemendag Ungkap Penyebab Minyak Goreng HET Masih Langka di Pasaran

Sabtu, 5 Maret 2022 | 11:38 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Masalah kelangkaan minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan, kondisi ini disebabkan oleh tidak lancarnya distribusi hingga ke pasar-pasar tradisional. 

“Sejak 14 Februari 2022, kita sudah mengalokasikan dan mendistribusikan lebih dari 300 juta ton, dan bahkan sampai perkiraan akhir minggu ini sudah kita pasok 340 juta ton. Jadi harusnya aman, harusnya banjir. Permasalahannya, sampai ke wilayah-wilayah pasokan, itu sudah dialirkan. Ternyata ‘bendungannya’ sudah penuh, ‘irigasinya’ tidak lancar. Ini yang menyebabkan ada dampak kelangkaan,” kata Oke Nurwan dalam diskusi Polemik Trijaya “Quo Vadis Sembako Nasional”, Sabtu (5/3/2022).

Oke menyampaikan, implementasi HET sebetulnya sudah berjalan baik, terutama di ritel modern. Namun, kemampuan ritel modern untuk menjual minyak goreng dengan HET hanya sekitar 25 juta ton, sementara kebutuhan pasokan minyak goreng per bulan mencapai 327 juta ton. Sehingga masih ada sekitar 300 juta yang harus didistribusikan melalui pasar tradisional.

“Dari aliran irigasinya ada yang belok ke perumahan, padahal harusnya ke sawah Yang nyumpel-nya akan kita tindak tegas. Intinya kita lakukan tindakan,” kata Oke.

Sambil menunggu proses distribusi berjalan lancar, pemerintah mengambil inisiatif untuk memasok langsung minyak goreng curah ke pasar-pasar tradisional. “Masyarakat tidak bisa menunggu distribusi ini lancar. Maka saat ini pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah langsung memasok ke pasar rakyat,” kata Oke.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN