Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC) menghadirkan IHATEC Marketing Research untuk membantu perusahaan-perusahaan guna mendapatkan data-data potensi pasar maupun perilaku pasar halal melalui riset.

Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC) menghadirkan IHATEC Marketing Research untuk membantu perusahaan-perusahaan guna mendapatkan data-data potensi pasar maupun perilaku pasar halal melalui riset.

IHATEC Angkat Persepsi Milenial terkait Produk Halal dalam Launching Marketing Research

Jumat, 24 Juni 2022 | 01:11 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - IHATEC Marketing Research memaparkan hasil survei Top Halal Index 2022 dengan tema “Persepsi Milenial Indonesia terhadap Produk Halal”. Dari survei ini, IHATEC mendapatkan nama-nama merek terbaik di industri halal Indonesia dengan predikat Top Halal Award 2022. Hasil survei dapat disaksikan pada acara Top Halal Award yang akan diselenggarakan pada Oktober 2022.

“Ini merupakan perusahaan marketing research di bidang halal yang pertama di Indonesia yang akan menyediakan data dan pengembangan informasi mengenai market halal di Indonesia. Juga melalui divisi ini, IHATEC akan merilis hasil riset Top Halal Index setiap tahun sebagai barometer performance merek halal yang diukur oleh responden dari kalangan Milenial Indonesia,” terang Director of IHATEC, Evrin Lutfika dalam acara IHATEC Marketing Research Launching sekaligus merilis hasil riset TOP HALAL INDEX 2022 dengan tema “Persepsi Milenial Indonesia Terhadap Produk Halal” yang berlangsung pada 22 Juni 2022 secara virtual.

Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si. melihat langkah baru IHATEC dinilai dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia, khususnya dalam bentuk penyediaan informasi dan data berkaitan dengan perkembangan industri halal di Indonesia.

“Wakil Presiden RI meluncurkan program sinergitas menuju Indonesia sebagai pusat halal dunia melalui global halal hub. Ini merupakan kegiatan sinergi untuk semua komponen dalam eksositem halal, sehingga diharapkan dapat mendorong UMKM Indonesia menuju pasar global,” ungkap Lukmanul.

Menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Aqil Irham, M.Si, IHATEC sudah melakukan peran dalam berbagai pelatihan, seminar, konsultasi, dan edukasi kepada produsen maupun konsumen. Kini, saatnya IHATEC masuk ke dunia riset yang berfokus di sektor industri halal.

“Ini menjadi poin lebih IHATEC, karena belum banyak lembaga riset halal yang tumbuh di Indonesia. IHATEC Marketing Research, kami harap dapat menjadi tambahan rujukan bagi para praktisi halal di Indonesia,” terang Aqil.

Hasil Survei

IHATEC Marketing Research melakukan survei secara independen kepada 1.300 responden yang tersebar di lima kota besar di Indonesia (Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar) dengan tema “Persepsi Milenial Indonesia Terhadap Produk Halal”. Survei ini sukses dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan, sejak Maret sampai Mei 2022. Survei ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting lebel halal sebagai pertimbangan dalam memilih dan menggunakan produk atau jasa.

Pengumpulan data, lanjut Fachruddin, dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada responden atau face to face interview. Responden yang dipilih adalah mereka yang berusia 20 sd 40 tahun (kelompok Milenial), yang terdiri dari 87% responden muslim dan 13% responden non-muslim.

Menariknya, harga dan kualitas masih menjadi pertimbangan utama responden dalam memilih suatu produk. Sementara itu, hanya 28% responden yang menyebut halal secara spontan sebagai faktor penting atau utama dalam pembelian produk. Kemudian dari responden yang tidak menyebut HALAL secara spontan, ditanyakan apakah HALAL menjadi factor pertimbangan dalam pembelian, sebanyak 77% menjawab YA, dan 23% lainnya menjawab TIDAK.

Hasil survei mengungkap, dari sekian banyak sumber informasi, Google menjadi sumber informasi yang paling sering diakses oleh Milenial dalam mencari informasi halal, yakni 45,2% responden. Sumber informasi berikutnya adalah media massa (cetak/elektronik), seperti koran, TV dan media online dengan 12,5% responden. Kemudian website MUI mencatat 10,2%, Instagram 7,5% dan Facebook sebanyak 6,2% responden.

Uniknya, tak sedikit responden yang bersedia membayar suatu produk halal dengan harga lebih mahal dibanding dengan produk serupa, yakni sejumlah 68,8%. Hal ini menunjukkan bahwa label halal memberikan nilai tambah (added value) terhadap sebuah produk. Selain itu, label halal juga mendapatkan respons postif dari responden. Banyak diantaranya yang menganggap bahwa produk halal juga pasti berkualitas, higienis, dan sehat.

Lebih lanjut, hasil survei juga memperlihatkan bahwa dari 7 kategori produk (Makanan dan Minuman, Toiletries, Kosmetik, Obat-obatan, Restoran & Café, Fashion, dan Jasa), kategori Restoran & Café dianggap penting dan sangat penting dicantumkan label halal dengan persentase 93%.

“Temuan tersebut menunjukkan bahwa para Milenial sangat perhatian terhadap produk-produk yang dikonsumsi untuk dicantumkan label halal, baik itu produk yang dikonsumsi secara langsung maupun tidak,” ungkap Fachruddin.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN