Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik

Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik

2022, Saraswanti Anugerah Makmur Pastikan Bahan Baku Terjamin

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:10 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id- Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (Saraswanti) memastikan ketersediaan bahan baku perseroan terjamin sepanjang 2022.

Emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode saham SAMF ini menggandeng Eurochem untuk yang kedua kalinya guna mengamankan pengadaan bahan baku pupuk.

Advertisement

“Kami baru saja menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Eurochem untuk kontrak pengadaan bahan baku pupuk sebanyak 100 ribu ton hingga akhir 2022,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam siaran pers, Kamis (4/8/2022).

Dia menjelaskan, kontrak itu mencakup untuk pengiriman ( shipment ) Juli dan Agustus 2022 sebanyak 50 ribu ton. Lalu, untuk shipment Oktober dan November 2022 sebanyak 50 ribu ton. “Sehingga  sebagian besar kebutuhan bahan baku tahun ini sudah terpenuhi,” ujar dia.

Menurut Yahya, kebutuhan bahan baku Saraswanti sampai dengan akhir tahun 2022 ini sebanyak 200 ribu ton. Sisanya sebanyak 50 ribu ton didatangkan dari Uzbekistan dan 50 ribu ton dari Laos.

“Saat ini, pembayaran importasi bahan baku dari Eurochem  memakai sistem tunai, berubah dari semula yang menggunakan letter of credit (L/C),” tutur Yahya.

Sekalipun demikian, tambah dia, pihaknya tidak menemui kendala mengingat dibantu oleh PT Bank Mandiri Tbk.

“Kami didukung oleh Bank Mandiri untuk kebutuhan pembayaran yang menggunakan mata uang dolar AS. Kami optimis tidak menghadapi kendala hingga akhir 2022,” kata Yahya.

Sementara itu, untuk pasokan bahan baku 2023, Yahya mengatakan bahwa pihaknya sudah menjajaki kembali pembicaraan dengan Eurochem untuk menyediakan 200 ribu ton, selebihnya diimport dari Jordan, Uzbekistan, dan Laos.

“Harga bahan baku mengikuti pasar, saat ini bila dibandingkan dengan awal 2021 harga sudah naik sekitar 100%,” tutur Yahya.

Sepanjang semester pertama 2022, Saraswanti mengantongi penjualan Rp1,45 triliun, melejit 103% dibandingkan periode sama 2021 yang sebesar Rp7 11,88 miliar.

Karena itu, manajemen Saraswanti merevisi target penjualan tahun 2022. “Kami melakukan peningkatan proyeksi penjualan tahun 2022, awalnya Rp2,4 triliun menjadi Rp2,88 triliun,” ujar Yahya.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN