Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan menyaksikan Komodo di TN Komodo. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

Wisatawan menyaksikan Komodo di TN Komodo. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

Harga Tiket Masuk Pulau Komodo akan Dievaluasi

Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:15 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan mengevaluasi harga tiket masuk Pulau Komodo yang mencapai Rp 3,75 juta per orang yang rencananya mulai berlaku 1 Agustus 2022. Rencana kenaikan tiket masuk tersebut pun menuai protes yang memicu aksi mogok Asosiasi Pelaku Wisata dan Individu Pelaku Wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, evaluasi harga tiket masuk Pulau Komodo akan dilakukan, tetapi tetap memperhatikan rencana konservasi dan rehabilitasi di pulau itu. “Nanti kita evaluasi dan nanti kita akan lihat lagi karena memang ada konservasi dan rehabilitasi yang dilakukan,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Advertisement

Menurut Airlangga, pemerintah juga masih harus mempertimbangkan pembatasan wisatawan yang akan berkunjung ke salah satu Destinasi Super Prioritas di Indonesia itu. “Ditambah lagi dengan adanya pembatasan jumlah (wisatawan), tentu kita akan perhatikan dan akan kita bahas dengan kementerian teknis,” tambah Airlangga seperti dilansir Antara.

Sebelumnya sejumlah kalangan juga sempat mengkritisi rencana kenaikan tiket masuk Taman Nasional (TN) Komodo terutama Pulau Komodo dan Pulau Padar. Salah satunya Pengamat Pariwisata sekaligus Indonesia Tourism Strategist Taufan Rahmadi yang meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah menunda dan mengkaji ulang kebijakan kenaikan tiket masuk tersebut.

“Tunda dan kaji ulang dulu kebijakan terkait kenaikan tiket, berlakukan masa transisi guna memperkuat sosialisasi dan penguatan edukasi melalui program–program community based tourism di setiap lapisan masyarakat di Labuan Bajo,” kata Taufan, Senin (1/8/2022).

Untuk destinasi, lanjutnya, lakukan pembenahan fasilitas di destinasi, mulai dari atraksi, akses, amenitas, activity, ambience, attitude dan akselerasi yang memberikan aturan dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas yang menjadi win-win solution bagi semua pihak.

“Contohnya, berwisata di Labuan Bajo destinasinya tidak hanya terbatas pada area TN Komodo saja, tetapi banyak atraksi lain yang tidak kalah menariknya dengan harga yang terjangkau sesuai pilihan kantong wisatawan,” jelas dia.

Dalam komunikasi kolaborasi, stakeholder pariwisata seluruhnya diikutsertakan dalam proses penyusunan kebijakan terkait pariwisata di Labuan Bajo, maksimalkan peran destination management organization (DMO) setempat, sehingga mengurangi potensi polemik yang terjadi di lapangan.

Sementara terkait target, pariwisata dalam pengembangannya harus mampu menjaga kelestarian, keberlanjutan dan kesejahteraan bagi ekosistemnya bukan hanya satu pihak saja. “Hal ini penting untuk dirumuskan bersama agar setiap stakeholder sama-sama mengerti apa yang menjadi hak dan tanggung jawabnya secara berimbang, tidak hanya beban itu ditumpukan kepada wisatawan saja, sehingga akan muncul aktivitas berwisata yang bertanggung jawab,” pungkas Taufan.

Adapun rencana kenaikan tiket tersebut juga memicu aksi mogok Asosiasi Pelaku Wisata dan Individu Pelaku Wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka sepakat untuk menghentikan semua jenis pelayanan jasa pariwisata di Kepulauan Taman Nasional dan di seluruh destinasi wisata di Manggarai Barat mulai 1-31 Agustus 2022.

Para pelaku wisata tersebut terdiri dari pemilik kapal wisata, penyedia jasa transportasi darat, pemilik restoran dan hotel, fotografer, pemandu wisata hingga pelaku usaha kuliner.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN