Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputy General Manager PT DPL Zacharias Santoso bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat Docking Project R-1000 di Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (5/8/2022). Foto: DPL

Deputy General Manager PT DPL Zacharias Santoso bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat Docking Project R-1000 di Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (5/8/2022). Foto: DPL

Dok Pantai Lamongan Docking Kapal Keseribu

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:05 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id – Perusahaan galangan kapal, PT Dok Pantai Lamongan (DPL) berhasil melakukan docking atau menaikkan kapal untuk perbaikan (repair) yang keseribu (R-1000) saat industri galangan masih menghadapi tekanan, mulai kenaikan harga bahan baku (baja) sampai dampak pandemi Covid-19.

“Kami bersyukur, selama 12 tahun beroperasi DPL mencatat pertumbuhan dan hingga saat ini berhasil docking kapal yang keseribu untuk perbaikan. Sebuah capaian milistone yang patut kami syukuri,” kata Deputy General Manager PT DPL Zacharias Santoso saat Docking Project R-1000 di Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (5/8/2022).

Advertisement

Menurut Zacharias, pertumbuhan yang dicapai DPL tentu tidak terlepas dari berbagai sertifikasi serta ditunjang kapasitas docking terbesar di Indonesia timur. Sebagai jaminan kepada pemilik kapal, DPL saat ini sudah mengantongi empat sertifikat yaitu ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001 untuk Lingkungan, dan ISO 45001 serta SMK-3 untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Di tengah ketatnya persaingan di industri galangan serta tuntutan konsumen di industri pelayaran, berbagai sertifikat itu menjadi sesuatu keharusan.

Terutama sertifikat SMK-3 untuk keselamatan dan kesehatan kerja yang sampai saat ini tidak banyak galangan memilikinya. Padahal tuntunan pasar cukup tinggi, apalagi masih dijumpainya kecelakaan kapal.

“Dengan berbagai sertifikasi dan kapasitas docking yang ada di DPL menjadikan galangan kapal ini sebagai pilihan bagi pemilik kapal barang, tongkang, dan ferry,” terang Zacharias.

Bahkan, lanjut dia, di tahun 2022 ini DPL melayani 17 kapal sekaligus yang secara bersamaan melakukan perbaikan.

”Pencapaian ini merupakan bentuk partisipasi pengembangan industri maritim di Jawa Timur, khususnya Lamongan,” tandas Zacharias.

Adapun kapal yang mendapatkan nomor project R-1000 adalah MV Meratus Kampar milik PT Meratus Line. Hal ini sesuai dengan urutan kontrak repair yang masuk ke dalam sistem DPL.

“Huruf R pada R-1000 adalah singkatan dari Repair atau perbaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut Zacharias menuturkan, industri galangan kapal saat ini mulai kembali bergairah setelah sempat lesu akibat pandemi. Peningkatan permintaan perbaikan kapal selaras dengan mulai kembali bergairahnya perekonomian serta kenaikan harga komoditas seperti batubara. Dengan kenaikan harga komoditas seperti batu bara, perusahaan pertambangan tentu membutuhkan kapal tongkang.

”Kalau membangun tongkang baru memakan waktu, jadi tongkang yang ada dimaksimalkan. Yang cepat ya perbaikan. Di sini perbaikan biasanya antara 14-21 hari kerja,” tutur Zacharias.

Selain itu, kebutuhan transportasi laut untuk angkutan barang juga sangat besar.

“Hampir 95% lalu lintas barang di negara ini masih dilakukan lewat jalur laut. Karenanya kami optimistis industri galangan kapal ini masih akan terus tumbuh. Sepanjang angkutan laut masih dibutuhkan, galangan kapal juga tetap dibutuhkan,” pungkas Zacharias.

Editor : Amrozi (ros_amrozi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN