Menu
Sign in
@ Contact
Search
Cairan rokok elektronik (vape). (B-Universe Photo/Uthan A Rachim)

Cairan rokok elektronik (vape). (B-Universe Photo/Uthan A Rachim)

Pabrik Rokok Konvensional Menyusut, Pengguna Rokok Elektrik Melesat

Minggu, 22 Jan 2023 | 08:01 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Peneliti Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Fajri Azhari mengungkapkan, sebanyak 5,98 juta pekerja di sektor industri hasil tembakau adalah mereka yang masih bertahan di sekitar 700 perusahaan rokok konvensional di Indonesia.

Angka tersebut berkurang drastis dibanding 15 tahun lalu, dimana pada 2008 jumlah perusahaan rokok yang terdaftar mencapai 4.793 perusahaan.

Baca juga: Banyak Dampak Negatif, Impor Vape Perlu Dilarang

Menurut Fajri, faktor utama menurunnya jumlah pabrik rokok dipengaruhi oleh kebijakan cukai yang terus meningkat seiring waktu dan fasilitas buruh di industri tembakau yang tidak terpenuhi seperti tidak memperoleh BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, tidak ada peningkatan karier, dan insentif dari hasil memproduksi rokok yang relatif dibayar murah.

Advertisement

Di sisi lain, kata dia, data Global Adult Tobacco Survey (GATS) memperlihatkan penambahan jumlah perokok konvensional sebesar 8,8 juta orang dalam satu dekade menjadi 69,1 juta perokok pada 2021. Sementara, untuk rokok elektrik terjadi peningkatan signifikan sebesar 40% dalam setahun terakhir menjadi 2,2 juta orang.

Menurut Fajri, tren peningkatan signifikan pada rokok elektrik menjadi wajar mengingat jenis produk ini baru populer dalam beberapa tahun terakhir terutama di kalangan remaja. Walaupun akan terus bertambah penggunanya, dibutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyaingi rokok konvensional yang sudah ada di Indonesia sejak zaman kolonial.

Baca juga: Pemerintah Diminta Jangan Ragu-ragu soal Regulasi Vape

“Berdasarkan UU PPN, sebenarnya rokok elektrik dapat dikenakan PPnBM dalam konteks perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional yang dalam hal ini adalah produsen rokok kretek yang diolah secara manual,” kata Fajri, baru-baru ini.

Dia menegaskan, rokok elektrik yang saat ini beredar di lapangan sangat memungkinkan ditekan untuk melindungi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan diarahkan kepada kelompok masyarakat kelas atas sebagai kategori barang mewah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com