Menu
Sign in
@ Contact
Search
Beragam rokok elektrik atau vape yang dijual di pasaran. (Foto; ANTARA/Asprilla Dwi Adha/foc)

Beragam rokok elektrik atau vape yang dijual di pasaran. (Foto; ANTARA/Asprilla Dwi Adha/foc)

Polri dan BNN Pantau Ketat Jalur Masuk Likuid Vape

Minggu, 22 Jan 2023 | 10:03 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id Mabes Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomitmen untuk menindak tegas penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apapun termasuk kandungan narkoba yang dikemas dalam cairan rokok elektronik (vape).

Mabes Polri berupaya memonitor jalur masuk likuid vape mengandung narkoba dengan bekerja sama dengan BNN dan Bea Cukai. Hal itu ditegaskan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Jumat (20/1/2023).

"Polri bersama BNN dan lain-lain komitmen akan terus menindak tegas terhadap penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apapun termasuk likuid vape," kata Dedi.

Baca juga: Pabrik Rokok Konvensional Menyusut, Pengguna Rokok Elektrik Melesat

Advertisement

Dedi mengatakan kasus narkoba dalam likuid vape itu telah diungkap jajaran Polda Metro Jaya. Untuk itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri akan menyelidiki ada atau tidaknya kasus serupa di wilayah lain.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar mengungkapkan, saat ini kasus likuid vape mengandung narkoba baru ditemukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan belum ditemukan di wilayah lain.

"Untuk sementara belum ditemukan di wilayah hukum Polda lain," kata Krisno saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Jumat (20/1/2023).

Dikatakan Krisno, pihaknya turut bekerja sama dengan Bea dan Cukai untuk memantau masuknya bahan baku likuid tersebut ke Indonesia. "Selain itu kami juga bekerja sama dengan Bea dan Cukai untuk memonitor importasi cairan dimaksud ke Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Banyak Dampak Negatif, Impor Vape Perlu Dilarang

Sebelumnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek home industry narkoba likuid atau cairan untuk rokok elektrik atau vape di satu rumah di jalan Melati RT 11, RW 04, Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (14/1/2023) malam.

Dalam pengungkapan hasil kerja sama Polda Metro Jaya dengan Pihak Bea Cukai Bandara Soetta tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial MR, warga Kemanggisan, Jakarta Barat.

Selain mengamankan seorang tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya bahan baku likuid mengandung methamphetamine atau sabu, alat pembuat cairan serta 385 botol likuid siap edar.

Baca juga: Pemerintah Diminta Jangan Ragu-ragu soal Regulasi Vape

Likuid vape mengandung sabu tersebut dijual bebas secara online dengan harga Rp 200.000 per botol ukuran 100 miligram.

Setelah ditelusuri, bahan baku narkoba likuid tersebut masuk ke Indonesia dari Iran melalui Tiongkok dan Hong Kong. Pengiriman tersebut sudah berlangsung dua kali.

Likuid vape mengandung sabu tersebut dijual bebas secara online dengan harga Rp 200.000 per botol ukuran 100 miligram.

Setelah ditelusuri, bahan baku narkoba likuid tersebut masuk ke Indonesia dari Iran melalui Tiongkok dan Hong Kong, pengiriman tersebut sudah berlangsung dua kali.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com