Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Lewat KIKAS, Indonesia-AS Terus Perkuat Kerjasama

Rabu, 12 Juni 2013 | 22:34 WIB
Antara

JAKARTA - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terus memperkuat hubungan kerjasama kedua negara. Salah satunya melalui Kadin Indonesia Komite Amerika Serikat (KIKAS).

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo B Sulisto mengatakan, Kadin telah menyadari pentingnya kerjasama kedua negara dan ditegaskan dengan dibentuknya KIKAS sejak keketuaan Aburizal Bakrie. AS, kata dia, merupakan mitra penting bagi Indonesia, dan penguatan kerjasama kedua negara adalah top priority.

Kedua negara, lanjut dia, terus berusaha keras memacu kerjasama dan memperkuat hubungan, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan.

"Ini adalah bagian dari tugas KIKAS. Menangani berbagai isu dalam kerjasama kedua pihak, mencari solusi dan memperkuat hubungan Indonesia-AS. Di tangan John Riady sebagai Ketua KIKAS, bersama timnya, KIKAS ada di tangan yang tepat," kata Suryo dalam sambutannya saat Introducing KIKAS di Jakarta, Rabu malam (12/6).

Turut hadir dalam acara itu, Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Investasi Peter Gontha yang sebelumnya menjabat Ketua KIKAS, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Chris Kanter, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Lingkungan Hidup Shinta Widjaya, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Organisasi Anindya Bakrie, dan tim pengurus KIKAS, serta sejumlah pengusaha.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel menyampaikan dukungannya atas KIKAS.

"KIKAS adalah kendaraan yang tepat untuk mendukung hubungan Indonesia dan AS. Ini membutuhkan dialog dan komunikasi. Juga, win-win attitude, untuk hubungan kedua pihak, yang membawa pertumbuhan dan manfaat. Dengan antusiasme malam ini, menunjukkan dukungan untuk bersama-sama bekerja dan mendukung hubungan Indonesia-AS," kata Scot.

Scot menuturkan, sektor bisnis, bersama-sama dengan pelaku lainnya, seperti pelajar, parlemen, bahkan tentara berperan penting untuk mendukung hubungan Indonesia-AS. Para pihak, lanjut dia, berperan untuk menemukan cara untuk lebih mendekatkan kedua negara.

"Ini yang akan kita lakukan. Ini yang ada dalam pemikiran Presiden Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhono terkait hubungan kedua negara. Masih banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah. Bukan menjadi rahasia bahwa antara kedua pihak ada kerjasama, tapi juga pertarungan perdagangan. Tapi, itu adalah cara bagaimana hal-hal terjadi. Kita, fokus pada peluang dan menciptakan peluang. Tapi, yang selanjutnya merealisasikannya adalah pelaku bisnis. Bukan kami (pemerintah)," kata Scot.

Tidak hanya mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara, Scot juga mengajak pengusaha Indonesia berinvestasi di AS. Dia mengakui, sejak krisis global tahun 2008-2009, ekonomi belum sepenuhnya pulih. Namun, Scot optimistis, perekonomian akan terus tumbuh. "Banyak sektor yang terbuka dan potensial untuk investasi pengusaha Indonesia di AS," kata Scot.

Sementara itu, Ketua KIKAS John Riady mengharapkan, peningkatan hubungan kedua negara di berbagai bidang. Termasuk, ekonomi, sosial, dan budaya. "Masa nilai perdagangan kita hampir sama dengan AS dan Panama yang jumlah penduduknya hanya 3,5 juta orang. Seharusnya, kita bisa memiliki potensi yang lebih tinggi," kata John.

John menambahkan, dengan kerjasama yang kuat, kedua pihak bisa memacu potensi yang ada. Tidak hanya oleh pelaku bisnis AS ke Indonesia, lanjut dia, juga oleh pengusaha Indonesia di AS.

"Sekarang ini, ekonomi AS lagi membaik dan menguat. Jadi, ini peluang bagi pengusaha Indonesia berinvestasi di AS. Ada beberapa pengusaha nasional yang bisa memanfaatkan peluang ini. Di sektor manufaktur, dan juga real estate. Di manufaktur misalnya, ada Sinar Mas dan Indorama yang sudah masuk ke sana. Berinvestasi di AS jangan dianggap sebagai hilangnya devisa. Tapi, menunjukkan sebagai champion," kata John.

Dengan saling berinvestasi, lanjut dia, menunjukkan hubungan dua arah. Hal itu, kata John, juga menjadi salah satu cara yang bisa dimanfaatkan sebagai strategi memasuki AS. "Jadi, tidak seolah hanya satu pihak saja yang ditekan. Tapi, dengan masuk ke sana, kita ada kepentingan di sana," kata John. (EME/FMB)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN