Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST

Ada PPKM, Pengelola Mal Kehilangan Rp 5 Triliun per Bulan

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:07 WIB
Herman

JAKARTA, Investor.id - Para pengelola pusat perbelanjaan di Tanah Air berpotensi kehilangan pendapatan Rp 5 triliun per sebulan sejalan dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk meredam lonjakan kasus Covid-19.

“Selama PPKM Level 4 (dulu PPKM Darurat), ada potensi kehilangan pendapatan pusat perbelanjaan sekitar Rp 5 triliun per bulan dari seluruh anggota APPBI yang berjumlah sekitar 350 di seluruh Indonesia,” tutur Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja dalam konferensi pers secara daring, Kamis (22/7/2021).

Alphonzus mengungkapkan, sebanyak 250 anggota APPBI berada di Pulau Jawa-Bali. Khusus di kawasan yang menerapkan PPKM level 4, potensi kehilangan pendapatannya sekitar Rp 3,5 triliun. “Rp 3,5 triliun per bulan yang di Jawa-Bali, selebihnya di luar Jawa-Bali,” ujar dia.

Semakin lama PPKM diterapkan, menurut Alphonzus Widjaja, semakin besar pula potensi kerugiannya. “Kalau dua bulan, ya dikali dua saja. Jawa-Bali kalau dua bulan potensi kehilangannya menjadi Rp 7 triliun, kalau seluruh Indonesia sekitar Rp 10 triliun,” papar dia.

Selain kehilangan pendapatan, kata dia, pusat perbelanjaan harus menanggung beban operasional bulanan yang besar. “Itu kehilangan pendapatan, belum termasuk pengeluaran tiap bulan yang harus dibayar. Jadi, kehilangan pendapatan ditambah pengeluaran yang harus dibayar,” tandas Alphonzus.

 

 

 

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN