Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Jumat (24/4/2020). Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Jumat (24/4/2020). Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Anak Muda Berperan Besar di Era Ekonomi Baru

Jumat, 20 November 2020 | 23:22 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Perkembangan teknologi informasi membuka peluang tumbuhnya model ekonomi baru. Anak muda Indonesia berperan besar di era ekonomi baru.

Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho menyatakan, era ekonomi baru kemudian berpengaruh terhadap munculnya model politik baru atau new politics. Model ini dicirikan dengan menguatnya partisipasi politik warga dan kritisisme publik secara terbuka dan langsung.

“Era new economy dan new politics ini pasti membawa konsekuensi dalam kehidupan warga dunia. Kita harus mengantisipasi berbagai tantangan, peluang dan dampak langsungnya terhadap Indonesia, mulai dari tingkat lokal sampai nasional, di berbagai sektor masyarakat, termasuk anak muda sebagai populasi terbesar,” ujar Dimas dalam forum kolaborasi positif bersama sejumlah pemimpin muda Kota Malang, Jawa Timur, belum lama ini.

Mantan Staf Khusus Kantor Kepresidenan ini menyatakan, Indonesia harus segera dapat beradaptasi dan bertransformasi pada tren zaman baru. Kuncinya adalah peran dan kapasitas anak muda. Pemerintah harus memfasilitasi penguatan sumber daya manusia (SDM) dan peran anak muda dalam pembangunan.

“Peran kaum muda itu mutlak, apalagi dengan jumlah populasi yang besar. Ini eranya mereka, mereka paham dengan pergeseran zaman new media, new economy, dan new politics. Tantangannya adalah kompetensi mereka di sektor-sektor sosial ekonomi, serta paling utama integritas para anak muda agar mampu bersaing, disiplin, profesional dan tangguh. Harus punya karakter dan mental sebagai bangsa juara. Untuk itu peran mentor dan keteladanan dibutuhkan,” ujar Dimas.

Selanjutnya, dia menerangkan, peningkatan kapasitas warga bangsa menyangkut kompetensi dan integritas ini harus menjadi prioritas strategi negara menghadapi perubahan zaman sekaligus bangkit dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

“Di era pandemi dan krisis, empati dan kolaborasi adalah aspek kritikal. Negara harus merangkul partisipasi masyarakat sipil, membuat regulasi yang kondusif, sekaligus memberi ruang serta arah bagi masyarakat ekonomi untuk tumbuh bermitra. Kerja sama berkualitas, berorientasi kesejahteraan inilah yang akan memantapkan keutuhan sosial, pemulihan ekonomi, dan stabilitas politik yang demokratis secara berkelanjutan,” kata Dimas.

Dimas mengimbau anak muda untuk memiliki optimisme dan peran positif dalam masyarakat. Ini semua adalah modal sosial yang utama untuk Indonesia dalam merespons dan sukses menghadapi zaman baru.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN